Jakarta

Blok M Tak Lagi Cuma Tempat Nongkrong, Kini Jadi Incaran Wisatawan Malaysia

Anggerhana Denni Rahmawati | 15 September 2026, 19:45 WIB
Blok M Tak Lagi Cuma Tempat Nongkrong, Kini Jadi Incaran Wisatawan Malaysia
Ilustrasi makan enak di Blok M. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Kawasan Blok M di Jakarta Selatan menunjukkan bagaimana wajah sebuah kawasan bisa berubah ketika kuliner lokal bertemu dengan kekuatan media sosial.

Dulu lebih dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas anak muda Jakarta, Blok M kini berkembang menjadi destinasi yang menarik perhatian wisatawan mancanegara.

Perubahan tersebut terlihat dari semakin banyaknya wisatawan asing yang memasukkan Blok M dalam daftar kunjungan mereka ketika berada di Jakarta.

Salah satunya wisatawan asal Malaysia yang disebut menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu destinasi favorit untuk berburu kuliner.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Ni Made Ayu Marthini mengatakan popularitas Blok M tidak lagi hanya berasal dari masyarakat lokal.

Menurutnya, kekuatan kuliner yang dipadukan dengan eksposur di media sosial membuat kawasan tersebut semakin dikenal hingga ke luar negeri.

"Blok M menjadi salah satu destinasi yang cukup diminati dan masuk top of the list wisatawan Malaysia ketika datang ke Indonesia, khususnya Jakarta," katanya dalam konferensi pers di Kementerian Pariwisata, Jakarta, Selasa, (15/9/2026).

Salah satu hal yang membuat Blok M menarik adalah keberagaman pilihan makanan.

Wisatawan bisa menemukan sajian khas Indonesia sekaligus berbagai kreasi kuliner baru yang dikemas lebih modern.

Kondisi ini kemudian diperkuat oleh kebiasaan wisatawan mencari referensi perjalanan melalui media sosial.

Baca Juga: Pengajar Indonesia Bisa Mengajar di 12 Negara, Ada 39 Formasi Guru SILN Dibuka untuk Non-ASN

Berbagai konten di Threads, Instagram, hingga TikTok membuat tempat makan di Blok M lebih mudah ditemukan oleh orang yang sebelumnya tidak memiliki keterikatan dengan kawasan tersebut.

Dengan kata lain, wisatawan tidak selalu datang karena mengenal Blok M sebagai sebuah kawasan, tetapi bisa jadi karena terlebih dahulu melihat makanan atau tempat makan yang menarik di media sosial.

Dari sanalah rasa penasaran terhadap kawasan tersebut terbentuk.

Ni Made melihat perkembangan ini sebagai peluang yang masih bisa dikembangkan.

"Menurut kami, ini menjadi salah satu potensi yang bisa kita rangkul, bukan hanya saat ini, tetapi juga ke depan," imbuhnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.