Liburan ke Inggris Terancam Kena Biaya Tambahan, Pajak Wisata Capai 5 Persen

AKURAT JAKARTA - Rencana penerapan pajak wisata di sejumlah wilayah Inggris membuat biaya menginap berpotensi semakin mahal.
Pemerintah Inggris berencana memberi kewenangan kepada wali kota untuk mengenakan pungutan hingga sekitar 5 persen dari biaya akomodasi.
Kebijakan ini akan berlaku bagi wisatawan yang menginap di wilayah yang memilih menerapkannya.
Jenis akomodasinya pun cukup luas, mulai dari hotel, rumah liburan, Airbnb, hingga wisma tamu.
Artinya, biaya tambahan tidak hanya berpotensi dirasakan wisatawan yang memilih hotel berbintang.
Besaran pajak nantinya tidak seragam.
Wali kota di masing-masing wilayah akan menentukan apakah pungutan diterapkan dan berapa tarifnya, dengan batas yang diperkirakan maksimal 5 persen dari biaya menginap.
Dana yang terkumpul kemudian dapat digunakan untuk membiayai berbagai proyek lokal.
Sejumlah wilayah yang berpotensi menerapkan kebijakan tersebut antara lain London, Liverpool, Greater Manchester, West Midlands, West Yorkshire, North East England, York, dan North Yorkshire.
Pemberlakuannya diperkirakan dimulai di sejumlah daerah sebelum akhir 2029.
Baca Juga: Sarapan Gratis dari Unej Jadi Bantuan Nyata bagi Mahasiswa yang Berhemat
Jika diterapkan, pajak tersebut bisa menjadi pertimbangan baru bagi wisatawan ketika menghitung anggaran perjalanan.
Terlebih, Inggris sudah memiliki contoh penerapan pungutan serupa.
Manchester lebih dulu memberlakukan biaya pengunjung sejak 2023.
Wisatawan yang menginap di sejumlah hotel dan apartemen layanan jangka pendek di pusat kota dikenakan biaya 1 poundsterling per kamar per malam.
Sementara itu, Edinburgh mulai menerapkan pajak wisata pada Juli 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







