Di Balik Gedung Modern Glodok, Berdiri Rumah Keluarga Tionghoa Terkaya di Batavia yang Sarat Sejarah

AKURAT JAKARTA - Di tengah hiruk-pikuk kawasan Glodok yang dipenuhi pusat perbelanjaan, restoran, dan gedung bertingkat, masih berdiri sebuah bangunan berarsitektur Tionghoa yang seolah menolak dilupakan zaman.
Bangunan itu adalah Candra Naya, rumah bersejarah yang pernah menjadi kediaman salah satu keluarga Tionghoa paling berpengaruh di Batavia.
Bagi banyak orang, Candra Naya mungkin hanya terlihat sebagai bangunan tua yang tersembunyi di antara kompleks modern.
Namun, di balik pintu kayu dan atap khas Tionghoa itu tersimpan kisah tentang kekayaan, kekuasaan, hingga perjalanan panjang komunitas Tionghoa yang ikut membentuk sejarah Jakarta.
Candra Naya dahulu merupakan kediaman keluarga Khouw, keluarga elite Tionghoa yang memiliki pengaruh besar pada masa Hindia Belanda.
Rumah ini kemudian dikenal sebagai "Rumah Mayor" karena pernah ditempati oleh Khouw Kim An, Mayor Tionghoa terakhir di Batavia yang bertugas mengurus berbagai kepentingan masyarakat Tionghoa pada masa kolonial.
Keberadaan rumah megah ini menjadi simbol kemakmuran keluarga Khouw pada zamannya.
Selain menjadi tempat tinggal, Candra Naya juga menjadi lokasi berbagai pertemuan penting dan aktivitas sosial yang melibatkan tokoh-tokoh masyarakat Tionghoa.
Yang membuat Candra Naya semakin menarik adalah kemampuannya bertahan di tengah perubahan wajah Jakarta.
Saat kawasan Glodok berkembang menjadi pusat perdagangan modern dengan hotel, apartemen, dan gedung perkantoran, bangunan bersejarah ini nyaris kehilangan tempatnya.
Baca Juga: PIK Ubah Cara Pandang Liburan, Wisata Tanpa Harus Mengorbankan Waktu Beribadah
=====
Pada suatu masa, bahkan sempat muncul rencana memindahkan Candra Naya ke lokasi lain.
Namun, berbagai penolakan dari pegiat sejarah dan pelestari budaya membuat bangunan ini tetap dipertahankan di lokasi aslinya karena nilai sejarahnya dianggap tidak dapat dipisahkan dari kawasan Glodok.
Kini, luas kawasan Candra Naya memang tidak sebesar dahulu.
Sebagian area telah berubah mengikuti perkembangan kota, tetapi bangunan utama tetap dipertahankan sebagai cagar budaya yang menjadi pengingat perjalanan panjang komunitas Tionghoa di Jakarta.
Memasuki area Candra Naya, suasana langsung berubah.
Deretan lampion merah, ornamen kayu bergaya Tionghoa, halaman yang tenang, hingga arsitektur tradisional menghadirkan nuansa berbeda dari keramaian jalan Gajah Mada yang hanya berjarak beberapa langkah.
Keberadaan Candra Naya juga menjadi bukti bahwa sejarah Jakarta tidak hanya dibangun oleh gedung-gedung kolonial Belanda, tetapi juga oleh masyarakat Tionghoa yang berperan penting dalam perkembangan ekonomi, perdagangan, dan kehidupan sosial Batavia.
Saat ini, Candra Naya menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang dapat dikunjungi masyarakat.
Pengunjung tidak hanya menikmati keindahan arsitekturnya, tetapi juga diajak mengenal lebih dekat perjalanan keluarga Khouw dan jejak panjang komunitas Tionghoa yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah ibu kota.
Di tengah Jakarta yang terus berubah, Candra Naya seolah mengingatkan bahwa sebuah kota tidak hanya dibangun oleh gedung-gedung baru, tetapi juga oleh bangunan-bangunan lama yang masih setia menyimpan kisah masa lalu. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




