Jakarta

Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang Hadir dengan Wajah Baru, Kini Lebih dari Sekadar Tempat Membaca

Anggerhana Denni Rahmawati | 19 Juli 2026, 07:30 WIB
Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang Hadir dengan Wajah Baru, Kini Lebih dari Sekadar Tempat Membaca
Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang bangkit dengan wajah baru. (perpusnas.go.id)

AKURAT JAKARTA - Di tengah pesatnya perkembangan kota, fungsi perpustakaan perlahan mengalami perubahan.

Jika dulu identik dengan rak buku yang sunyi, kini perpustakaan berkembang menjadi ruang publik yang mempertemukan belajar, bekerja, berdiskusi, hingga berkolaborasi.

Perubahan itulah yang kini terlihat di Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang.

Setelah sempat berhenti beroperasi sejak 2020, Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang kembali hadir dengan wajah baru hasil revitalisasi.

Berlokasi di Gedung Nyi Ageng Serang, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, perpustakaan ini tidak hanya menawarkan ribuan koleksi buku, tetapi juga menghadirkan konsep ruang yang lebih modern dan nyaman bagi berbagai kalangan.

Perpustakaan ini resmi kembali dibuka pada Juli 2026 sebagai salah satu pusat literasi baru di ibu kota.

Yang menarik, perubahan terbesar bukan hanya terlihat dari desain interiornya, melainkan dari cara perpustakaan memosisikan diri sebagai ruang publik yang terbuka.

Pengunjung datang bukan semata-mata untuk meminjam buku, tetapi juga mengerjakan tugas, berdiskusi, mengikuti kegiatan literasi, hingga bekerja menggunakan laptop dengan fasilitas internet yang tersedia.

Perpustakaan ini menempati area sekitar 4.000 meter persegi di lantai 7 dan 8 Gedung Nyi Ageng Serang.

Di dalamnya tersedia puluhan ribu koleksi buku yang mencakup berbagai disiplin ilmu, sastra, sejarah, hingga buku anak.

Selain ruang baca yang luas, pengunjung juga dapat menemukan area kolaborasi, ruang multimedia, ruang audio, hingga ruang pamer yang membuat pengalaman berkunjung terasa lebih beragam dibanding perpustakaan konvensional.

Konsep tersebut sejalan dengan perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan.

Banyak pelajar, mahasiswa, pekerja lepas, hingga komunitas kreatif membutuhkan ruang yang tenang, nyaman, sekaligus mendukung produktivitas.

Perpustakaan kini menjadi alternatif selain kafe atau coworking space, tetapi dengan suasana yang lebih kondusif untuk belajar.

Keunggulan lain Perpustakaan Nyi Ageng Serang adalah jam operasionalnya yang cukup panjang.

Baca Juga: Dari Desa di Tepi Waduk Kedungombo, Kisah Ibrahim Bocah SD Boyolali Buktikan Belajar Mandiri Bisa Tembus NASA

=====

Perpustakaan ini melayani pengunjung setiap hari hingga pukul 22.00 WIB, sehingga masyarakat masih dapat memanfaatkan fasilitasnya setelah pulang sekolah maupun bekerja.

Kehadiran perpustakaan ini juga menunjukkan bahwa literasi tidak lagi hanya dimaknai sebagai aktivitas membaca buku.

Berbagai kegiatan diskusi, peluncuran buku, kelas kreatif, hingga ruang bertemu komunitas menjadi bagian dari ekosistem literasi yang ingin dibangun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Di tengah dominasi media sosial dan informasi digital, keberadaan ruang seperti Perpustakaan Nyi Ageng Serang menjadi penting sebagai tempat masyarakat memperoleh informasi yang lebih berkualitas sekaligus membangun budaya belajar sepanjang hayat.

Dengan wajah baru yang lebih modern, fasilitas yang lengkap, serta konsep ruang publik yang inklusif, Perpustakaan Nyi Ageng Serang bukan hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga menjadi simbol perubahan perpustakaan di era modern.

Tempat ini menunjukkan bahwa perpustakaan dapat menjadi ruang hidup yang mempertemukan pengetahuan, kreativitas, dan kolaborasi dalam satu atap. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.