Jakarta

Dari Bangunan Kenegaraan Jadi Wisata Edukasi, Istana Kepresidenan Yogyakarta Kini Terbuka untuk Umum

Anggerhana Denni Rahmawati | 17 Juli 2026, 17:30 WIB
Dari Bangunan Kenegaraan Jadi Wisata Edukasi, Istana Kepresidenan Yogyakarta Kini Terbuka untuk Umum
Istana Kepresidenan Yogyakarta resmi dibuka untuk umum. (jogjaprov.go.id)

AKURAT JAKARTA - Masyarakat kini memiliki kesempatan lebih dekat mengenal sejarah Indonesia melalui kunjungan langsung ke Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung.

Lewat program ISTURA (Istana untuk Rakyat), kawasan yang selama ini identik dengan kegiatan kenegaraan resmi dibuka untuk kunjungan umum tanpa dipungut biaya.

Program ini menjadi alternatif wisata edukasi yang memungkinkan pengunjung menyaksikan secara langsung salah satu bangunan paling bersejarah di Indonesia.

Gedung Agung pernah menjadi pusat pemerintahan ketika Yogyakarta berstatus sebagai ibu kota Republik Indonesia pada masa awal kemerdekaan.

Selama mengikuti tur, pengunjung tidak hanya melihat arsitektur bangunan, tetapi juga mempelajari perjalanan sejarah bangsa, koleksi yang dimiliki istana, serta peran penting Gedung Agung dalam pemerintahan Indonesia.

Meski gratis, masyarakat tetap diwajibkan melakukan pendaftaran terlebih dahulu.

Proses registrasi dilakukan secara daring dengan melengkapi identitas serta mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.

Kuota setiap sesi juga terbatas sehingga calon pengunjung disarankan mendaftar lebih awal.

Kehadiran program ISTURA membuka kesempatan bagi pelajar, mahasiswa, maupun wisatawan untuk belajar sejarah secara langsung di lokasi yang menjadi saksi berbagai peristiwa penting bangsa.

Pengalaman ini menawarkan cara belajar yang berbeda dibandingkan hanya membaca buku atau melihat dokumentasi sejarah.

Baca Juga: Saat Tekanan Ekonomi Mengalahkan Logika, Pelajaran Psikologi dari Pria yang Diduga Mencuri Sambil Menggendong Bayi

=====

Dibukanya Istana Kepresidenan Yogyakarta untuk masyarakat juga menunjukkan upaya memperluas akses publik terhadap situs-situs bersejarah nasional.

Dengan begitu, bangunan yang selama ini identik dengan kegiatan kenegaraan dapat menjadi ruang edukasi sekaligus destinasi wisata sejarah yang lebih dekat dengan masyarakat. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.