Jakarta

Menikmati Cita Rasa Jawa di Ibu Kota, 3 Rekomendasi Angkringan Favorit di Jakarta

Anggerhana Denni Rahmawati | 16 Juni 2026, 15:15 WIB
Menikmati Cita Rasa Jawa di Ibu Kota, 3 Rekomendasi Angkringan Favorit di Jakarta
Warung Solo. (Instagram @waroengsolo)

AKURAT JAKARTA - Angkringan merupakan bagian dari budaya kuliner Jawa yang hingga kini tetap digemari banyak orang.

Hidangan sederhana, harga terjangkau, dan suasana akrab menjadi daya tarik utama yang membuat angkringan selalu dirindukan.

Di Jakarta, konsep angkringan berkembang menjadi lebih modern tanpa meninggalkan cita rasa khas Solo dan Yogyakarta.

Pengunjung tetap dapat menikmati nasi kucing, sate-satean, hingga aneka wedang tradisional yang hangat.

Bagi warga Jakarta yang ingin menikmati suasana khas Jawa, berikut tiga rekomendasi angkringan yang layak dikunjungi.

1. Angkringan Omah Semar

Berlokasi di kawasan TVRI Senayan, tempat ini menjadi salah satu tujuan favorit pencinta kuliner Jawa.

Menu yang disajikan didominasi hidangan khas angkringan seperti nasi kucing, sate usus, sate telur puyuh, dan aneka gorengan.

Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat menikmati bakmi Jawa, bistik Jawa, serta berbagai minuman rempah yang menyegarkan.

Suasana yang nyaman membuat tempat ini cocok untuk berkumpul bersama keluarga, teman, maupun rekan kerja setelah beraktivitas.

Lokasinya yang strategis di pusat kota juga memudahkan pengunjung untuk menjangkaunya dari berbagai wilayah Jakarta.

2. Angkringan Gendhis Jawi

Angkringan yang berada di kawasan Cipete ini menawarkan pengalaman bersantap yang berbeda dari angkringan pada umumnya.

Pengunjung bebas memilih menu sesuai selera tanpa aturan pemesanan minimum sehingga terasa lebih santai dan fleksibel.

Area makan tersedia dalam pilihan indoor maupun outdoor yang nyaman untuk berbincang bersama keluarga atau sahabat.

Baca Juga: Catat! Pendaftaran SPMB DKI Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Ini Kuota dan Jalur Penerimaannya

=====

Lingkungan yang bersih dan dipenuhi tanaman hijau membuat suasana terasa sejuk meski berada di tengah hiruk pikuk kota.

Nuansa Jawa semakin terasa melalui dekorasi vintage berupa poster jadul, sepeda ontel, dan berbagai pernak-pernik klasik.

Salah satu daya tariknya adalah nasi kucing dan sate-satean yang dibakar terlebih dahulu sebelum disajikan kepada pelanggan.

Perpaduan aroma bakaran dan bumbu khas Jawa menjadikan pengalaman kuliner di sini semakin berkesan.

3. Warung solo

Meski tidak menggunakan nama angkringan, tempat makan ini mengusung konsep kuliner khas Solo yang sangat kental.

Bangunannya mengadopsi arsitektur rumah Joglo dengan interior yang dihiasi berbagai benda kuno dan foto-foto Jawa tempo dulu.

Suasana tradisional yang kuat membuat pengunjung seolah sedang menikmati hidangan di kampung halaman sendiri.

Menu yang tersedia sangat beragam, mulai dari gudeg, nasi liwet, selat Solo, sosis Solo, mangut, hingga bistik Jawa.

Pilihan minuman tradisional seperti wedang jahe, gula asem, beras kencur, dan susu jahe juga menjadi favorit pelanggan.

Didukung pelayanan yang ramah dan penyajian yang cukup cepat, tempat ini cocok menjadi pilihan makan bersama keluarga.

Bagi perantau asal Jawa, Warung Solo menjadi tempat yang tepat untuk melepas rindu terhadap cita rasa dan suasana khas kampung halaman.

Ketiga tempat tersebut membuktikan bahwa budaya angkringan tetap hidup dan berkembang di Jakarta.

Dengan suasana hangat, menu tradisional, serta harga yang relatif terjangkau, angkringan menjadi pilihan menarik untuk menikmati kuliner khas Jawa tanpa harus pergi ke Solo atau Yogyakarta. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.