Dijuluki “Menara Pisa” Jakarta, Bangunan Miring Ini Ternyata Sudah Berusia Hampir 2 Abad

AKURAT JAKARTA - Di tengah hiruk-pikuk kawasan Kota Tua Jakarta, berdiri sebuah bangunan tua yang kerap dijuluki sebagai “Menara Pisa”-nya ibu kota.
Julukan itu muncul karena bentuk bangunannya yang tampak miring dan berbeda dibanding gedung-gedung lain di sekitarnya.
Meski tidak setenar Menara Pisa di Italia, bangunan bersejarah ini menyimpan cerita panjang tentang perkembangan Batavia pada masa kolonial.
Banyak warga maupun wisatawan yang belum mengetahui bahwa bangunan tersebut sudah berdiri sejak hampir dua abad lalu.
Usianya yang sangat tua membuat bangunan ini menjadi salah satu saksi sejarah perkembangan Jakarta dari masa ke masa.
Keunikan bentuknya pun membuat banyak orang penasaran dan menjadikannya spot favorit untuk berfoto.
Bangunan yang dimaksud adalah Menara Syahbandar yang berada di kawasan Sunda Kelapa, Jakarta Utara.
Baca Juga: Prediksi Skor Paris FC vs PSG di Ligue 1, 18 Mei 2026: Ambisi Balas Dendam Sang Juara
Menara ini dibangun pada tahun 1839 pada masa pemerintahan kolonial Belanda.
Dahulu, bangunan tersebut digunakan sebagai menara pengawas aktivitas kapal yang keluar masuk Pelabuhan Sunda Kelapa.
Menara Syahbandar memiliki tinggi sekitar 12 meter dengan desain khas bangunan kolonial Eropa.
Dari puncak menara, petugas pada masa itu dapat memantau lalu lintas kapal dagang yang menjadi pusat aktivitas ekonomi Batavia.
Selain menjadi tempat pengawasan, bangunan ini juga dipakai untuk mengontrol pembayaran pajak kapal dan aktivitas bongkar muat barang.
Julukan “Menara Pisa Jakarta” muncul karena posisi bangunannya yang terlihat sedikit miring akibat faktor usia dan kondisi tanah di kawasan pesisir.
Kemiringan tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Baca Juga: Prediksi Skor Strasbourg vs AS Monaco di Ligue 1, 18 Mei 2026: Tim Tamu Kejar Asa Eropa
Banyak pengunjung sengaja datang untuk melihat langsung bentuk unik bangunan bersejarah itu.
Meski telah berusia hampir 200 tahun, Menara Syahbandar masih berdiri kokoh hingga sekarang.
Pemerintah dan pengelola kawasan Kota Tua terus melakukan perawatan agar bangunan cagar budaya tersebut tetap terjaga.
Menara ini juga menjadi pengingat penting tentang sejarah maritim Jakarta yang pernah menjadi pusat perdagangan besar di Nusantara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





