Geopark Maros-Pangkep, Karst Megah Sulawesi yang Mendunia

AKURAT JAKARTA - Geopark Maros-Pangkep di Sulawesi Selatan kini menjadi salah satu destinasi wisata alam dan budaya yang mendunia.
Kawasan ini resmi menyandang status UNESCO Global Geopark pada Mei 2023, sebuah pengakuan internasional atas keunikan geologi, kekayaan budaya, sekaligus nilai konservasi yang dimilikinya.
Dengan luas lebih dari 500 ribu hektare, geopark ini mencakup wilayah Kabupaten Maros dan Pangkajene Kepulauan, serta menyimpan kekayaan alam yang luar biasa.
Baca Juga: Flash Sale Tiket Kereta Rp80 Ribu Hanya Satu Jam Saja, Jangan Sampai Ketinggalan
Salah satu daya tarik utama Geopark Maros-Pangkep adalah bentang karst menara yang megah.
Kawasan ini bahkan diyakini sebagai karst terbesar kedua di dunia setelah China Selatan.
Gugusan batu kapur menjulang rapi membentuk panorama yang menakjubkan, seperti yang bisa disaksikan di Rammang-Rammang, desa wisata yang kian populer di kalangan wisatawan lokal maupun mancanegara.
Baca Juga: Traveler Wajib Tahu! Dua Jalur Masuk ke Gunung Bromo Via Malang dan Pasuruan Ditutup 2 Hari
Dari atas perahu yang melintasi sungai, pengunjung dapat menyaksikan keindahan tebing karst, hutan mangrove, hingga gua-gua prasejarah.
Lebih dari sekadar keindahan alam, Geopark Maros-Pangkep juga menyimpan jejak peradaban kuno.
Di salah satu guanya, yakni Leang Tedongnge, ditemukan lukisan figuratif tertua kedua di dunia dengan usia mencapai lebih dari 51 ribu ahun.
Baca Juga: Keliling Jakarta Lebih Seru, Begini Cara Naik Bus Wisata TransJakarta Gratis
Lukisan ini menggambarkan adegan berburu dan menjadi bukti nyata bahwa kawasan ini pernah menjadi pusat kehidupan manusia purba.
Temuan tersebut sekaligus menempatkan Maros-Pangkep dalam peta penting penelitian arkeologi dunia.
Selain gua prasejarah, kawasan geopark juga menawarkan keanekaragaman hayati yang kaya.
Flora dan fauna endemik Sulawesi, termasuk spesies langka yang dilindungi, hidup berdampingan dengan ekosistem laut di kepulauan Spermonde yang masuk dalam cakupan geopark.
Inilah yang membuat kawasan ini tidak hanya menarik sebagai tujuan wisata, tetapi juga penting bagi penelitian dan konservasi.
Pengakuan UNESCO tentu membuka peluang besar bagi masyarakat lokal.
Baca Juga: Desa Melikan Klaten, Kampung Gerabah dengan Teknik Putar Miring yang Unik
Ekowisata yang berkembang dapat meningkatkan perekonomian, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Tantangannya adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara jumlah kunjungan wisatawan dan kelestarian alam serta budaya.
Dengan keindahan alamnya yang spektakuler, nilai sejarah yang mendalam, serta status prestisius dari UNESCO, Geopark Maros-Pangkep layak menjadi destinasi unggulan Indonesia.
Baca Juga: Catat Tanggalnya! Gunung Gede Pangrango Bakal Tutup Jalur Pendakian karena Adanya Agenda Besar
Setiap langkah di kawasan ini bukan hanya perjalanan wisata, tetapi juga perjalanan waktu, menyusuri jejak peradaban purba yang telah bertahan puluhan ribu tahun.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya


