Desa Melikan Klaten, Kampung Gerabah dengan Teknik Putar Miring yang Unik

AKURAT JAKARTA - Desa Melikan di Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dikenal luas sebagai desa wisata budaya dengan hasil kerajinan gerabah yang berkualitas.
Sejak puluhan tahun lalu, desa ini menjadi sentra kerajinan tanah liat yang hasilnya tidak hanya digunakan masyarakat sekitar, tetapi juga dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia.
Keistimewaan Desa Melikan terletak pada teknik pembuatannya yang berbeda dari sentra gerabah lain, yakni menggunakan metode putar miring atau dalam bahasa setempat disebut putar mireng.
Baca Juga: Mengenal Nama Asli 7 Patung Paling Ikonik di Jakarta
Teknik putar miring ini menjadi ciri khas yang membuat Melikan berbeda.
Jika biasanya perajin menggunakan roda putar tegak lurus, maka di Melikan roda tersebut dipasang dengan kemiringan sekitar 30 derajat.
Posisi ini membuat perajin lebih leluasa membentuk tanah liat sambil duduk santai.
Baca Juga: Dari Jembatan Jadi Destinasi Instagramable, Inilah Pesona JPO Phinisi Jakarta
Cara tradisional ini diyakini sudah ada sejak masa Mataram Kuno dan hingga kini masih dipertahankan oleh para pengrajin.
Produk yang dihasilkan pun sangat beragam, mulai dari kendi, celengan, cobek, pot bunga, hingga hiasan dinding.
Proses pembuatannya dilakukan secara manual dengan sentuhan tangan terampil, sehingga setiap karya memiliki nilai keunikan tersendiri.
Selain sebagai peralatan rumah tangga, banyak gerabah dari Melikan kini menjadi produk dekoratif yang diminati wisatawan maupun kolektor.
Keberadaan Desa Melikan bukan hanya mencerminkan keterampilan seni masyarakat setempat, tetapi juga memperlihatkan kekuatan tradisi yang terus hidup di tengah arus modernisasi.
Para perajin di desa ini berhasil menjaga warisan leluhur sekaligus mengembangkannya menjadi potensi ekonomi kreatif.
Baca Juga: Ayo Wisata ke Taman Situ Lembang, Taman Tertua di Jakarta yang Tetap Asri
Bagi pengunjung, melihat langsung proses pembuatan gerabah dengan teknik putar miring menjadi pengalaman menarik.
Desa Melikan pun layak masuk dalam daftar destinasi wisata budaya di Jawa Tengah, khususnya bagi mereka yang ingin menyaksikan seni tradisi yang masih lestari. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 3Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






