81 Jalur Pendakian di Indonesia Kini Punya Standar Resmi, Kamu Pilih yang Mana?

AKURAT JAKARTA - Mendaki gunung memang jadi kegiatan yang menantang sekaligus penuh makna.
Namun, tahukah kamu bahwa jalur pendakian gunung di Indonesia kini sudah memiliki standar resmi berdasarkan tingkat kesulitannya?
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) telah menyusun Indonesian Mountain Grade System (IMGS) sebagai panduan bagi pendaki.
Baca Juga: Spesial HUT RI ke-80, Tarif Transportasi Umum di Jakarta Turun Drastis: Cuma Rp80
Sistem ini mengklasifikasikan jalur pendakian dari Grade I (sangat mudah) hingga Grade V (sangat berat/ekstrem).
Dengan sistem ini, kamu bisa lebih mudah menyesuaikan jalur sesuai kemampuan.
Jalur Grade I biasanya cocok untuk pemula atau wisatawan umum karena jalurnya pendek, jelas, dan minim risiko.
Baca Juga: Rahasia Tugu Proklamasi, Saksi Bisu Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Sementara Grade II memberikan tantangan lebih dengan jalur 5–10 km serta ketinggian hingga 2500 mdpl.
Jika kamu ingin naik level, jalur Grade III bisa dicoba karena memiliki medan panjang, ketinggian 2000–3000 mdpl, serta seringkali mengharuskan pendaki bermalam di jalur.
Untuk pendaki berpengalaman, Grade IV menghadirkan jalur panjang, medan curam, serta ketinggian di atas 3000 mdpl.
Baca Juga: Dari Lighting Art hingga Rumah Akar, Ini 5 Hidden Gem Kota Tua Jakarta yang Jarang Diketahui
Kamu perlu perlengkapan lengkap, kemampuan navigasi, hingga persiapan menghadapi kondisi darurat.
Puncak tantangan ada di Grade V, jalur dengan medan ekstrem, cuaca tak terduga, hingga ancaman satwa liar.
Tak main-main, hanya ada tiga jalur di Indonesia yang masuk Grade V, yaitu Gunung Leuser di Aceh, Carstensz Pyramid di Papua, dan Gunung Trikora di Papua.
Baca Juga: Mau Lepas Penat? Coba 5 Playground Dewasa di Jakarta Berikut ini
Dari total 81 jalur pendakian yang dinilai, sebagian besar berada di kategori Grade III (menengah).
Fakta ini menunjukkan bahwa mendaki di Indonesia bukan sekadar aktivitas wisata, melainkan kegiatan yang menuntut persiapan fisik, perlengkapan, serta mental yang matang.
Untuk kamu yang baru memulai, sebaiknya memilih jalur Grade I atau II.
Baca Juga: 4 Lokasi Bersejarah yang Jadi Saksi Lahirnya Indonesia Merdeka
Namun jika sudah berpengalaman, jalur Grade IV bisa jadi tantangan menarik sebelum mencoba jalur Grade V yang benar-benar ekstrem.
Ingat, mendaki bukan hanya tentang mencapai puncak, tapi bagaimana kamu bisa kembali turun dengan selamat
. Prinsip safety first harus selalu jadi prioritas utama. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026





