Dipasang untuk Macron, Stairlift Borobudur Kini Ditutup Usai Presiden Turki Pulang, Saat ini Nasibnya Masih Misterius

AKURAT JAKARTA - Setelah kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Candi Borobudur, perhatian publik kini beralih ke fasilitas stairlift di Candi Borobudur yang sempat digunakan selama kunjungan kenegaraan tersebut.
Alat bantu naik itu kini tak lagi terlihat.
Bahkan, akses menuju stairlift di Candi Borobudur telah ditutup papan berwarna putih, membuat banyak pengunjung penasaran.
Baca Juga: Dari Taman Sampai Skydeck: 10 Wisata Dekat LRT Jabodebek Ini Mudah Diakses dan Instagramable
Dari gambar yang beredar, nampak jalur di sisi kanan pelataran candi, yang sebelumnya digunakan untuk menuju stairlift, kini dibatasi.
Papan penutup yang cukup tinggi menghalangi pandangan, sehingga pengunjung tak dapat melihat wujud stairlift yang sempat jadi sorotan saat kunjungan Presiden Macron dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto beberapa hari lalu.
Hal yang sama juga terjadi di sisi lain candi, tepatnya di dekat area Jati.
Baca Juga: Tak Masuk 10 Besar Wisata Medis Dunia, Indonesia Justru Fokus ke Wellness di Bali
Penutupan akses ini membuat wisatawan tidak bisa bebas berkeliling seperti biasa.
Saat ini, yang tampak hanyalah jalan khusus menuju lantai 3 candi.
Namun, tidak ada tanda-tanda keberadaan alat bantu naik tersebut, dan belum ada kepastian apakah alat itu telah dibongkar atau hanya disembunyikan sementara.
Baca Juga: Liburan Hemat di Jakarta? Ini 4 Event Seru yang Bisa Kamu Nikmati Tanpa Bikin Kantong Jebol
Stairlift tersebut awalnya dipasang untuk menyambut tamu negara, termasuk Macron dan Prabowo.
Salah satu yang sempat mencoba alat ini adalah Ketua DPD Walubi Jateng, Tanto Soegito Harsono.
Ia mengatakan bahwa fasilitas tersebut sangat membantunya.
Baca Juga: Liburan Long Weekend? Ini 5 Destinasi Dekat Jakarta yang Wajib Dicoba
"Naik juga nyaman nggak terasa sudah sampai. Terutama saya kan kakinya sakit, jalan pincang. Jadi betul-betul nyaman naik nggak terasa sudah sampai di atas (lantai 7)," ujarnya.
Tanto juga menambahkan bahwa alat ini sangat bermanfaat bagi lansia dan mereka yang memiliki masalah mobilitas.
Meski begitu, ia menyadari bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah.
"Kalau saya jujur dengan adanya stairlift itu membantu lansia dan yang punya problem kaki... apakah itu memenuhi standar untuk dipasang terus atau tidak kan harus dikaji," imbuhnya.
Ia pun mengingatkan bahwa pelestarian Candi Borobudur harus tetap menjadi prioritas utama.
"Candi Borobudur itu milik seluruh rakyat Indonesia. Jangan sampai ada yang dirusak, semua harus bisa berjalan dengan baik tanpa merugikan," tutupnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







