Jakarta

Alasan Tak Terduga Hotel Hindari Angka 4 dan 13, Bukan Sekadar Takhayul!

Zainal Abidin | 1 Juni 2025, 17:00 WIB
Alasan Tak Terduga Hotel Hindari Angka 4 dan 13, Bukan Sekadar Takhayul!

AKURAT JAKARTA - Saat menginap di hotel dan menaiki lift, kamu mungkin pernah bertanya-tanya: Ke mana perginya lantai 4 dan lantai 13?

Coba perhatikan kembali tombol lift, setelah lantai 3, bisa jadi langsung muncul 3A lalu 5, dan dari lantai 12, langsung melompat ke 14.

Lalu, kenapa tidak ada lantai 4 dan 13 di hotel?

Baca Juga: Dari Taman Sampai Skydeck: 10 Wisata Dekat LRT Jabodebek Ini Mudah Diakses dan Instagramable

Fenomena tidak adanya lantai 4 dan lantai 13 di hotel ternyata bukan kesalahan cetak atau desain arsitektur, melainkan keputusan sadar dari pihak pengelola hotel.

Meskipun secara struktural bangunan tetap memiliki lantai keempat dan ketigabelas, keduanya kerap “dihilangkan” dari penomoran demi alasan yang berakar dari budaya dan kepercayaan.

Dikutip dari ET Now, angka 4 dihindari dalam budaya Tiongkok karena pelafalannya mirip dengan kata "kematian" dalam bahasa Mandarin maupun Kanton.

Baca Juga: Liburan Hemat di Jakarta? Ini 4 Event Seru yang Bisa Kamu Nikmati Tanpa Bikin Kantong Jebol

Oleh karena itu, angka ini dianggap membawa sial.

Fenomena ini disebut sebagai tetraphobia, yaitu ketakutan terhadap angka 4.

Sementara itu, di budaya barat, angka 13 juga sering dikaitkan dengan hal-hal buruk dan tidak beruntung.

Baca Juga: Liburan Long Weekend? Ini 5 Destinasi Dekat Jakarta yang Wajib Dicoba

Bahkan ada istilah khusus untuk menyebut ketakutan terhadap angka 13, yakni triskaidekaphobia.

Banyak orang Eropa dan Amerika percaya bahwa angka 13 adalah angka keramat atau bahkan angker.

Meskipun tidak semua negara memiliki budaya tersebut, standar desain hotel yang mengikuti norma internasional menyebabkan kebiasaan ini menyebar luas, termasuk di Indonesia.

Baca Juga: Sehari Tanpa Wisatawan, Candi Borobudur Ditutup Total Demi Sambut Kunjungan Prabowo Subianto dan Presiden Prancis

Banyak hotel di Asia Tenggara yang mengganti lantai 4 dengan 3A dan menghindari penggunaan nomor kamar 13 untuk menghindari kecemasan tamu internasional.

Menurut laporan Travel and Leisure, ketakutan akan angka-angka tertentu ini cukup memengaruhi industri perhotelan global.

Bahkan, hotel-hotel mewah internasional pun tetap menghindari angka 13 dan 4 dalam desain tata letak mereka, demi kenyamanan psikologis tamu.

Baca Juga: Tak Masuk 10 Besar Wisata Medis Dunia, Indonesia Justru Fokus ke Wellness di Bali

Meski belum terbukti secara ilmiah bahwa angka 4 dan 13 membawa nasib buruk, kepercayaan dan takhayul ini masih dipegang oleh banyak masyarakat hingga saat ini.

Pengelola hotel memilih menghindari risiko daripada menghadapi ketakutan tamu yang mungkin memengaruhi kenyamanan mereka selama menginap. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.