Menguak Asal Usul Unik Nama-Nama Jalan di Jakarta: Dari Warung Buncit hingga Glodok

AKURAT JAKARTA - Jakarta bukan hanya sekedar ibu kota yang menjadi tempat tujuan wisata dan dipenuhi gedung pencakar langit dan kemacetan lalu lintas.
Banyak nama jalan di Jakarta yang terdengar nyentrik, bahkan aneh di telinga generasi sekarang.
Namun siapa sangka, di balik nama-nama tersebut tersimpan sejarah lokal yang kaya makna.
Berikut adalah beberapa nama jalan unik di Jakarta:
1. Jalan Warung Buncit
Nama Warung Buncit ini berasal dari sebuah warung kelontong milik seorang Tionghoa yang dikenal bertubuh tambun.
Warung ini menjadi penanda penting di kawasan tersebut. Penduduk sekitar dulu menyebutnya "Warung Bun Tjit", merujuk pada si pemilik.
Seiring waktu, pelafalan masyarakat berubah menjadi "Warung Buncit"—nama yang kini melegenda sebagai salah satu ruas jalan paling ramai di Jakarta Selatan.
2. Jalan Lebak Bulus
Baca Juga: Libur Panjang 29 Mei-1 Juni 2025, Inilah 5 Ide Seru untuk Menciptakan Long Weekend yang Berkesan!
Nama ini merupakan gabungan dua kata dalam bahasa Sunda: lebak yang berarti lembah dan bulus, yaitu sejenis kura-kura air tawar.
Masyarakat percaya bahwa daerah ini dulunya adalah sebuah lembah yang menjadi habitat alami kura-kura.
3. Jalan Tanah Abang
Baca Juga: Pariwisata Indonesia Bangga! Museum SAKA Bali Dinobatkan Jadi Yang Terindah di Dunia
Kata abang berasal dari bahasa Jawa yang berarti merah.
Dinamakan Tanah Abang dikarenakan warna tanah di wilayah ini kemerahan.
Sejak era kolonial, Tanah Abang dikenal sebagai pusat perdagangan.
Baca Juga: PIK Bakal Jadi Magnet Baru Generasi Muda Ibu Kota, Geser Dominasi Jakarta Selatan?
Kini, Tanah Abang menjadi ikon perbelanjaan tekstil terbesar di Asia Tenggara.
4. Jalan Glodok
Kawasan pecinan yang satu ini terkenal sebagai pusat elektronik.
Nama Glodok berasal dari bunyi "grojok", suara air jatuh dari pancuran di dekat penampungan air dari Kali Ciliwung.
Karena sulit diucapkan, warga Tionghoa menyederhanakannya menjadi “Glodok”, dan nama ini bertahan hingga kini.
5. Jalan Mbah Priok
Nama ini mengacu pada tokoh ulama dan penyebar Islam bernama Habib Hasan bin Muhammad al-Haddad, yang dikenal sebagai Mbah Priok.
Nama Mbah Priok diabadikan sebagai jalan dan pelabuhan di utara Jakarta.
Dari warung sederhana, suara air, hingga tanah berwarna merah, nama-nama jalan ini adalah potongan mozaik sejarah Jakarta.
Mereka menjadi saksi bisu bagaimana kota ini tumbuh, berubah, dan tetap memelihara jejak masa lalu di tengah modernisasi.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 2Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 3Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 4Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 5Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






