Jelang Pemilu 2024, Polisi Gelar Simulasi Pengamanan Aksi

AKURAT JAKARTA - Jakarta Selatan menjadi saksi aksi unjuk rasa yang berujung pada kerusuhan di depan kantor KPUD (Komisi Pemilihan Umum Daerah) Kota Jakarta Selatan.
Massa yang berkumpul tersebut mengungkapkan ketidakpuasan terhadap hasil rekapitulasi suara yang telah diumumkan oleh KPUD.
Mereka mengungkapkan ketidakpuasan ini melalui orasi dan tindakan anarkis dengan melempari kantor KPUD.
Baca Juga: Nih Pisang Goreng Terenak di Jakarta, 7 Kedai yang Wajib Dicoba!
Kepolisian dari Polres Metro Jakarta Selatan yang bertanggung jawab atas pengamanan awal mengalami kesulitan mengendalikan situasi.
Oleh karena itu, mereka meminta bantuan pasukan PHH Brimob untuk meredakan kerusuhan tersebut. Beberapa individu, termasuk korlap (koordinator lapangan) dan provokator yang teridentifikasi oleh petugas reserse, berhasil diamankan.
Simulasi ini merupakan bagian dari latihan yang dilakukan oleh Polrestro Jakarta Selatan di bawah kepemimpinan Kapolres Metro Jakarta Selatan dalam kerangka Sistem Pengamanan Kota di wilayah Jakarta Selatan.
Baca Juga: MANTAP! Putaran Kedua Liga 1, JIS Jadi Kandang Persija
Kapolres menekankan bahwa tujuan dari program Sispamkota adalah untuk melatih kesiapan petugas kepolisian dalam mengantisipasi gangguan keamanan yang mungkin terjadi pada setiap tahapan Pemilu.
Petugas kepolisian bekerja sama dengan tiga pilar yaitu TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah, menjadi satu kesatuan dalam menangani masalah keamanan yang muncul di wilayah Jakarta Selatan.
Simulasi ini melibatkan sekitar 300 personel gabungan dari Polres, Polsek, Brimob, Kodim, Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja), Damkar (Dinas Pemadam Kebakaran), dan Dishub (Dinas Perhubungan).
Baca Juga: GRATIS, Konser Terakhir NOAH Oktober di Sisa 3 Kota Ini
Acara simulasi dihadiri oleh Forkompimko Jakarta Selatan, dan berbagai instansi terkait, termasuk Dishub, Damkar, Pol PP, Camat, Kapolsek, Danramil, Ketua Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu), Ketua KPUD, serta beberapa tamu undangan dari tokoh masyarakat.
Kapolres, Dandim, dan Walikota Jakarta Selatan memberikan himbauan kepada masyarakat agar turut serta dalam menjaga keamanan pada setiap tahapan Pemilu.
Mereka juga menekankan bahwa ada mekanisme penyampaian aspirasi yang bisa digunakan jika masyarakat merasa tidak puas terhadap hasil Pemilu, baik pada tingkat kota maupun melalui proses hukum yang melibatkan Mahkamah Konstitusi.
Untuk laporan terkait tindak pidana dalam Pemilu, masyarakat dapat menghubungi sentra gakkumdu (penegakan hukum terpadu) Kota Jakarta Selatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




