Soeharto Ditetapkan Jadi Pahlawan Nasional, Ahmed Zaki Iskandar: Dari Seluruh Aspek Sudah Layak

AKURAT JAKARTA - Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar menanggapi terkait kritikan terkait penetapan gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden ke-2 RI Soeharto yang diberikan oleh pemerintah.
Menurut Zaki, dari berbagai kekurangan yang dimiliki Soeharto, ia masih layak diberikan gelar pahlawan dari seluruh aspeknya.
"Terlepas dari segala macam kekurangan Pak harto itu dari seluruh aspek memang layak diberikan gelar pahlawan nasional," ujar Zaki di Kantor DPD Golkar DKI Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/11/2025).
Lebih lanjut, ia pun menyinggung pernyataan dari mantan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD yang memberikan dukungan terhadap penetapan gelar tersebut.
"Apa namanya kemarin juga Pak Mahfud MD juga kan sudah memberikan statement juga," kata mantan Bupati Tangerang itu.
Dengan itu, dalam penetapan gelar ini, ia mengajak agar masyarakat tidak hanya melihat kekurangan dari Soeharto, melainkan juga manfaat dari kepemimpinannya.
Baca Juga: Basri Baco: Program Sembako Golkar DKI Bukti Nyata Kepedulian pada Rakyat
Bahkan, menurutnya, banyak capaian yang luar biasa bagi bangsa ini saat di bawah kepemimpinannya hingga menjadi macan Asia.
"Jadi mari kita sama-sama bukan saja melihat kekurangannya tapi bagaimana manfaatnya Pak harto kepada Negara Republik Indonesia yang selama di bawah kepemimpinan Pak harto itu," tutur Zaki.
"Kita bisa banyak mencapai capaian-capaian yang sangat luar biasa, bahkan negara kita, salah satu negara yang disegani di wilayah Asia pada waktu itu," sambungnya.
Selain itu, mantan Anggota DPR RI itu juga menyebut pihaknya menyelenggarakan program Sembako Murah dalam rangka syukuran pemberian gelar ini.
Ia menilai, Soeharto sangat berjasa dalam sejarah dan proses pembentukan partai berlogo beringin ini.
"Khususnya untuk seluruh kader Golkar karena proses pembentukan Golkar ini tidak apa namanya, tidak keluar dari sejarah yang memang dibentuk oleh Pak harto juga," tandasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





