Jakarta

Ridwan Kamil Ajak Penyandang Disabilitas Naik Transjakarta, Dengar Curhatan Soal Mobilitas dan Kartu Subsidi

Yasmina Nuha | 13 September 2024, 18:01 WIB
Ridwan Kamil Ajak Penyandang Disabilitas Naik Transjakarta, Dengar Curhatan Soal Mobilitas dan Kartu Subsidi

AKURAT JAKARTA - Bakal calon gubernur (Bacagub) DKI Jakarta Ridwan Kamil melakukan perjalanan menaiki salah satu transportasi umum Transjakarta bersama dengan beberapa warga Jakarta penyandang disabilitas.

Bang Emil, sapaan akrabnya mengatakan, tujuan dirinya mengajak para penyandang disabilitas ini untuk menampung aspirasi dari golongan disabilitas, salah satunya terkait mobilitas sehari-hari mereka.

"Nanti akan saya simak curhatan-curhatannya seperti apa, kira-kira gitu, salah satunya tentang mobilitas, bagaimana bergerak dari rumah ke tempat kerja, tentu menggunakan transportasi," kata Bang Emil kepada wartawan di Halte Tosari, Jakarta Pusat, Jumat (13/9/2024).

Baca Juga: Roy Suryo Sindir Budi Arie Konyol Usai Beri Klarifikasi Untuk Keluarga Jokowi

Ia pun menjelaskan, mereka bersama-sama menggunakan bus Transjakarta untuk mengetahui bagaimana para penyandang disabilitas sebagai warga punya hak untuk nyaman melakukan mobilitas.

"Ciri kota yang baik adalah kota yang adil buat semua, buat lansia buat anak kecil buat kaum disabilitas juga," tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan salah satu aspirasi dari para penyandang tersebut ternyata banyak dari mereka belum dapat kartu subsidi. Ia pun menyebut terdapat permasalahan birokrasi.

"Jadi keberpihakannya ada tapi belum didapatkan. Juga ingin memperluas kalau bisa subsidinya juga sampai ke MRT atau fasilitas kendaraan umum lainnya," katanya.

Baca Juga: SIAP-SIAP! Dewa 19, Rossa hingga Barasuara Bakal Goyang Lapangan Rampal Malang, Tiket Mulai Rp 199 Ribu, Catat Tanggalnya!

Selain itu, atas saran dari mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso terdapat aspirasi agar Transjakarta bisa lintas batas wilayah ke Tangerang, Bogor, dan Bekasi.

"Sehingga seamless tidak berhenti di perbatasan kota karena ada 3-4 juta orang yang tinggalnya tidak di Jakarta. Jadi siang ke sini kemudian sore atau malam kembali ke wilayah yang bukan Jakarta," katanya.

Ia pun mengatakan, transportasi harus menjadi urgensi kedepannya bagi Jakarta mengingat nantinya kota ini tidak akan lagi berstatus Ibu Kota.

Baca Juga: DPRD DKI Jakarta Tetapkan 3 Nama Calon Pj Gubernur DKI Jakarta Selanjutnya, Adakah Nama Heru?

"Maka kebutuhan transportasinya menjadi sebuah urgensi karena di DKJ UU yang baru jakarta harus jadi papa asuh dari aglomerasi Bekasi, Depok, Tangerang, Bogor sehingga terjadi pembangunan yang lebih komprehensif," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.