Jelang Lawan Argentina, Mental Pemain Timnas Digembleng Ala Disiplin Kepolisian
Afriadi B | 18 Juni 2023, 20:18 WIB

AKURAT.CO - Sebagai Manajer Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Kombes Sudarmadji, punya cara tersendiri dalam menempa Timnas.
Salah satunya melatih mental anak asuh Shin Tae-yong menjelang menghadapi Argentina pada FIFA Matchday, pada Senin (19/6/2023) besok.
Sebagai anggota Kepolisian, Kombes Sudarmadji, punya sikap disiplin ketat yang dia dapatkan di Kepolisian.
"Jadi begini, memang apa yang saya terapkan selama ini adalah ilmu yang saya dapat ketika saya berorganisai atau berada di institusi Kepolisian," katanya di sela-sela latihan Timnas di Lapangan A, Senayan, Jakarta, Sabtu (17/6/2023).
Menurutnya, ilmu yang didapat saat dirinya mengikuti pendidikan kepolisian secara berjenjang dan bertahap, diterapkan di dalam manajemen sepakbola.
"Baik saya dapatkan ketika saya sekolah di kepolisian sampai dengan manajemen ketika saya memimpin satu kesatuan, itu sama. Pendekatan person, hati ke hati. Itu penting. Karena apa? ketika ada pemain yang turun, maka kita ikut turun mentalnya. Maka kita berkewajiban untuk menaikkan mental pemain," jelasnya.
"Itu penting sekali. Lain halnya ketika pemain ada yang sesuatu yang mungkin membuat dia tidak nyaman dan lain sebagainya, itu juga bagian saya, bagaimana supaya pemain itu bisa nyaman," sambungnya.
Dia menambahkan, dalam mengatur Timnas tidak jauh beda dengan saat memimpin anak buahnya di kepolisian. Selain melatih mental, juga kedisiplinan diperlukan bagi pasukan Tim Garuda ini.
Dicontohkannya ketika dalam training camp (TC), pemain ada yang keluar dari waktu jam istirahat, maka akan diberikan teguran. Dan selain itu, bila ada yang keluar dari hotel tanpa izin, akan dicoret sebagai pemain timnas.
"Kalau di sepak bola saya menerapkan manajemen sesuai dengan apa yang saya dapat, apa yang saya punya, saya berikan kepada anak-anak semuanya dalam ikatan tim. Goal-nya adalah saya harus memberikan bonus. Itu berlaku rewards dan punishment," tandasnya.
Terkait dengan laga Timnas melawan juara dunia Argentina, dirinya terus memberikan motivasi kepada anak asuhnya tersebut.
Sudarmadji berujar, bola itu bundar. Masalah menang atau kalah adalah urusan belakangan. Yang terpenting, kata Sumardji, adalah mendapatkan poin.
"Saya juga sampaikan kepada anak-anak bagaimana memotivasi, bagaiamana memberikan suntikan moral yang kuat, suntikan semangat yang lebih tinggi. Jadi, kita itu sudah tahu strateginya lawan seperti apa. Nah itulah kontranya yang harus kita berikan, sehingga ketika nanti di lapangan, berhadapan, kita sudah tahu. Kuncinya hanya satu, mental kita adalah mental pejuang, mental kita adalah mental tangguh dan mental kita adalah mental juara," tegasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya



