Jakarta

BYD Denza B5 Siap Ramaikan Pasar SUV Premium Tanah Air, Mesin Super Hybrid 617 HP Dipadukan Kabin Mewah dan Teknologi Masa Depan

M. Rafix | 5 Juli 2026, 20:00 WIB
BYD Denza B5 Siap Ramaikan Pasar SUV Premium Tanah Air, Mesin Super Hybrid 617 HP Dipadukan Kabin Mewah dan Teknologi Masa Depan
BYD Denza B5 siap ramaikan pasar SUV premium tanah air membawa mesin super hybrid 617 HP, kabin mewah Nappa, dan teknologi masa depan.

AKURAT JAKARTA - Pasar kendaraan mewah di Indonesia tengah bersiap menyambut standar baru yang dibawa oleh BYD Group.

Melalui sub-brand kelas atas mereka, Denza, raksasa elektrifikasi global ini memberikan sinyal kuat untuk meluncurkan lini andalan terbaru mereka, Denza B5.

Langkah strategis ini diambil untuk menjawab kebutuhan para eksekutif dan kalangan jetset tanah air yang mendambakan sebuah kendaraan tangguh namun tetap memancarkan prestise tinggi.

Kehadiran SUV bongsor ini diprediksi akan mengubah peta persaingan segmen premium secara masif, sekaligus menantang dominasi merek-merek mapan asal Eropa dan Jepang yang selama ini menguasai jalanan Indonesia.

Momentum kehadiran Denza B5 di tanah air dipastikan akan langsung mencuri perhatian berkat kombinasi atributnya yang sangat langka di kelasnya.

Mobil ini hadir sebagai pembuktian bahwa ketangguhan untuk menaklukkan medan berat kini bisa disandingkan secara sempurna dengan kenyamanan berkelas.

Kehadiran SUV premium ini dipastikan akan mengguncang pasar Indonesia, mulai dari performa brutal mesinnya, kemewahan kabin yang ditawarkan, hingga deretan teknologi visioner yang diusungnya.

Langkah BYD membawa Denza B5 ke Indonesia didasari oleh analisis matang terhadap pergeseran selera konsumen kelas atas.

Konsumen di Indonesia kini tidak hanya mencari mobil yang sekadar mahal, melainkan kendaraan yang mampu mengakomodasi mobilitas perkotaan sekaligus siap diajak berpetualang.

Di pasar domestik China sendiri, SUV premium ini dilepas dengan harga yang sangat memikat, yakni di kisaran Rp 600 jutaan.

Tentu saja, ketika nantinya resmi mendarat di Indonesia, banderol harga tersebut akan disesuaikan kembali.

Angka finalnya akan sangat bergantung pada skema yang diambil oleh BYD Group, apakah melalui jalur impor utuh (CBU), perakitan lokal (CKD), atau basis produksi dalam negeri yang diselaraskan dengan regulasi pajak yang berlaku.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rafix
M
Editor
M. Rafix