Jakarta

Venue Semifinal hingga Final Piala Presiden 2026 Resmi Dipindah ke Bali, Ini Alasannya!

M Rahman Akurat | 2 Agustus 2026, 17:18 WIB
Venue Semifinal hingga Final Piala Presiden 2026 Resmi Dipindah ke Bali, Ini Alasannya!
Venue semifinal Piala Presiden 2026 dipindah ke Bali.

AKURAT JAKARTA – Panitia Penyelenggara Piala Presiden 2026 secara resmi memutuskan untuk memindahkan lokasi pertandingan babak semifinal hingga final ke Bali.

Langkah ini diambil demi mengantisipasi potensi gesekan akibat tensi tinggi pertandingan, mengingat babak empat besar mempertemukan klub-klub dengan sejarah rivalitas yang sangat panjang.

Sesuai bagan turnamen, dua laga big match bertajuk derby klasik akan tersaji di semifinal Piala Presiden 2026.

Baca Juga: Perbedaan Agama Tak Jadi Penghalang Zikir Bersama di Monas, Psikologi Ungkap Alasannya

Persib Bandung yang lolos sebagai juara Grup A bakal menantang rival abadinya, Persija Jakarta, yang berstatus sebagai runner-up Grup B.

Di pertandingan lain, Persebaya Surabaya selaku juara Grup B akan menghadapi musuh bebuyutan mereka, Arema FC, yang merupakan runner-up Grup A.

Jadwal Pertandingan Semifinal dan Final Piala Presiden 2026

Seluruh pertandingan krusial ini akan diselenggarakan dalam waktu yang cukup padat di Pulau Dewata.

Babak Semifinal akan berlangsung pada Selasa, 4 Agustus 2026. Perebutan tempat ketiga dan Babak Final digelar pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Baca Juga: New Toyota bZ4X Touring Dibanderol Rp889 Juta OTR Jakarta dengan Performa Akselerasi 4,6 Detik, SUV Listrik Futuristik Bergaya Maskulin

Alasan Pemindahan ke Bali: Menghindari Risiko Keamanan

Keputusan mendadak namun terukur ini diumumkan langsung oleh Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden, Maruarar Sirait, dalam konferensi pers yang digelar di Surabaya pada Minggu (2/8/2026).

Maruarar mengungkapkan bahwa sejak awal turnamen, panitia sengaja belum menetapkan venue untuk fase gugur. Langkah ini diambil untuk melihat peta kekuatan serta potensi pertemuan antarklub yang memiliki sejarah rivalitas suporter yang tinggi.

"Tadinya maunya Surabaya, dengan pertimbangan kotanya katanya aman, bersih. Saya usulkan tempatnya di Bali. Kami putuskan semifinal dan final di Bali," kata Maruarar Sirait kepada awak media.

Ia menambahkan bahwa selain faktor keamanan, pemilihan Bali juga membawa dampak positif bagi para pencinta sepak bola dan pariwisata setempat melalui konsep sport tourism.

"Sepakat ya, bekerja dan liburan. Jangan liburan dulu baru bekerja. Bayangkan kalau semifinal dan final di Surabaya, puluhan ribu orang akan ke Surabaya. Hotel-hotel, restoran pasti akan ramai," ujarnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.