Venue Semifinal hingga Final Piala Presiden 2026 Resmi Dipindah ke Bali, Ini Alasannya!

AKURAT JAKARTA – Panitia Penyelenggara Piala Presiden 2026 secara resmi memutuskan untuk memindahkan lokasi pertandingan babak semifinal hingga final ke Bali.
Langkah ini diambil demi mengantisipasi potensi gesekan akibat tensi tinggi pertandingan, mengingat babak empat besar mempertemukan klub-klub dengan sejarah rivalitas yang sangat panjang.
Sesuai bagan turnamen, dua laga big match bertajuk derby klasik akan tersaji di semifinal Piala Presiden 2026.
Baca Juga: Perbedaan Agama Tak Jadi Penghalang Zikir Bersama di Monas, Psikologi Ungkap Alasannya
Persib Bandung yang lolos sebagai juara Grup A bakal menantang rival abadinya, Persija Jakarta, yang berstatus sebagai runner-up Grup B.
Di pertandingan lain, Persebaya Surabaya selaku juara Grup B akan menghadapi musuh bebuyutan mereka, Arema FC, yang merupakan runner-up Grup A.
Jadwal Pertandingan Semifinal dan Final Piala Presiden 2026
Seluruh pertandingan krusial ini akan diselenggarakan dalam waktu yang cukup padat di Pulau Dewata.
Babak Semifinal akan berlangsung pada Selasa, 4 Agustus 2026. Perebutan tempat ketiga dan Babak Final digelar pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Alasan Pemindahan ke Bali: Menghindari Risiko Keamanan
Keputusan mendadak namun terukur ini diumumkan langsung oleh Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden, Maruarar Sirait, dalam konferensi pers yang digelar di Surabaya pada Minggu (2/8/2026).
Maruarar mengungkapkan bahwa sejak awal turnamen, panitia sengaja belum menetapkan venue untuk fase gugur. Langkah ini diambil untuk melihat peta kekuatan serta potensi pertemuan antarklub yang memiliki sejarah rivalitas suporter yang tinggi.
"Tadinya maunya Surabaya, dengan pertimbangan kotanya katanya aman, bersih. Saya usulkan tempatnya di Bali. Kami putuskan semifinal dan final di Bali," kata Maruarar Sirait kepada awak media.
Ia menambahkan bahwa selain faktor keamanan, pemilihan Bali juga membawa dampak positif bagi para pencinta sepak bola dan pariwisata setempat melalui konsep sport tourism.
"Sepakat ya, bekerja dan liburan. Jangan liburan dulu baru bekerja. Bayangkan kalau semifinal dan final di Surabaya, puluhan ribu orang akan ke Surabaya. Hotel-hotel, restoran pasti akan ramai," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





