Scaloni Pecundangi Tuchel: Comeback Dramatis Argentina Bungkam Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026

AKURAT JAKARTA – Lionel Scaloni kembali membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia.
Juru taktik berusia 48 tahun tersebut sukses membawa Timnas Argentina melakukan comeback dramatis atas Inggris dengan skor 2-1 pada babak semifinal Piala Dunia 2026.
Kemenangan emosional ini tidak hanya mengantarkan Albiceleste ke partai final untuk mempertahankan gelar juara mereka, tetapi juga memperlihatkan kecerdasan taktik Scaloni dalam membaca jalannya pertandingan.
Di sisi lain, pelatih Inggris Thomas Tuchel kini mendapat sorotan tajam karena dinilai gagal merespons perubahan permainan agresif Argentina di babak kedua.
Babak Pertama: Inggris Manfaatkan Celah Cerdas
Sebelum kehilangan kendali pertandingan, Inggris sebenarnya tampil cukup efektif sejak menit awal. Tim asuhan Thomas Tuchel mampu memanfaatkan kelemahan di sisi kiri pertahanan Argentina secara jeli.
Striker andalan sekaligus kapten The Three Lions, Harry Kane, beberapa kali turun ke lini tengah untuk menjemput bola demi membuka ruang bagi para penyerang sayap Inggris.
Strategi ini sempat membuat lini belakang Argentina kerepotan sepanjang babak pertama hingga awal babak kedua.
Menit 55: Petaka Argentina dan Respon Dingin Scaloni.
Kebuntuan pecah pada menit ke-55 ketika Anthony Gordon berhasil membawa Inggris unggul 1-0 terlebih dahulu.
Gol tersebut sempat meruntuhkan moral pendukung Argentina dan membuat Albiceleste berada dalam tekanan hebat.
Dalam situasi tertinggal, banyak pengamat memperkirakan Lionel Scaloni akan mengubah skema permainan secara drastis demi mengejar ketertinggalan.
Namun, Scaloni tetap tenang dan mempertahankan struktur tim utama yang sudah dibangunnya sejak awal pertandingan.
Alih-alih merombak formasi, Scaloni hanya melakukan beberapa pergantian pemain yang sangat tepat sasaran.
Ia memasukkan Lautaro Martinez dan Nico Gonzalez dengan instruksi khusus untuk meningkatkan intensitas serangan sekaligus memperkuat keseimbangan di sisi kiri yang terus dieksploitasi oleh Inggris.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







