Jakarta

Puji Aksi Veda Ega di Brno, Hiroshi Aoyama Bidik Momentum di Moto3 Assen

Yusuf Doank | 25 Juni 2026, 23:53 WIB
Puji Aksi Veda Ega di Brno, Hiroshi Aoyama Bidik Momentum di Moto3 Assen
Veda Ega Pratama

AKURAT JAKARTA – Manajer Tim Honda Team Asia Hiroshi Aoyama menegaskan ambisinya untuk menjaga momentum positif jelang seri kesepuluh Moto3 Grand Prix (GP) Belanda 2026.

Aoyama membidik atmosfer kebangkitan yang ditunjukkan pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, pada balapan sebelumnya dapat terus berlanjut di Sirkuit TT Assen, Belanda, akhir pekan ini.

Skuat Honda Team Asia tengah diselimuti motivasi tinggi setelah aksi memukau Veda Ega Pratama di GP Ceko sepekan lalu.

Baca Juga: Menggila di Ceko, Ini Posisi Terbaru Veda Ega Pratama di Klasemen dan Perebutan Rookie Moto3 2026

Pebalap rookie asal Gunungkidul, Yogyakarta tersebut melakukan comeback sensasional dengan melesat dari posisi start ke-20 hingga finis di peringkat kelima (P5).

Hiroshi Aoyama mengaku sangat puas dengan daya juang serta kematangan yang diperlihatkan Veda maupun rekan setimnya, Zen Mitani, saat menjinakkan Sirkuit Brno, Ceko.

Mantan juara dunia kelas 250cc itu meminta anak asuhnya langsung fokus melanjutkan tren peningkatan performa.

"Veda menjalani balapan yang luar biasa dengan bangkit dari P20 ke P5, dan Zen juga memetik pengalaman yang sangat penting. Setelah akhir pekan yang positif di Brno, kami ingin menjaga momentum ini, terus belajar, dan berkembang dari sesi ke sesi," kata Hiroshi Aoyama dalam rilis resmi tim, Kamis (25/6/2026).

Meski bermodal tren positif di hulu, langkah Veda dan Zen dipastikan kembali menemui ujian berat. Sirkuit TT Assen yang memiliki julukan The Cathedral of Speed (Katedral Kecepatan) dikenal mempunyai karakteristik teknis yang menuntut tingkat presisi serta kehati-hatian tinggi dari para pebalap.

"Lintasan Assen sangat bersejarah. Treknya sendiri tergolong cukup sempit, namun kecepatan rata-ratanya sangat tinggi, dipenuhi banyak tikungan cepat dan beberapa bagian teknis yang kecil. Ini selalu menjadi sirkuit yang menantang," beber Aoyama.

Selain faktor teknis sirkuit yang sempit dan mengalir, pria asal Jepang ini juga mengingatkan timnya untuk waspada penuh terhadap faktor eksternal, yakni kondisi cuaca di Belanda yang terkenal sulit diprediksi dari hilir ke hulu dan kerap mengubah peta persaingan secara mendadak.

"Ditambah dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, Assen selalu menciptakan situasi dan cerita yang berbeda di setiap musimnya. Kami sangat termotivasi untuk melanjutkan progres ini di Assen," pungkas Aoyama.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y