Persaingan Sengit Pekan Pamungkas Serie A, Empat Tim Ini Berebut Tiket Liga Champions

AKURAT JAKARTA — Persaingan sengit menghiasi kasta tertinggi sepak bola Italia, Serie A, menjelang akhir musim kompetisi 2025/2026.
Sebanyak empat tim papan atas, yakni AC Milan, AS Roma, Como 1907, dan Juventus, harus saling sikut hingga pekan terakhir demi mengamankan posisi empat besar sebagai syarat mutlak melaju ke Liga Champions musim depan.
Melansir data resmi dari pihak Serie A pada Senin (18/5/2026), persaingan dipastikan berjalan dramatis lantaran selisih poin di antara keempat tim tersebut terhitung sangat rapat, yakni hanya terpaut tiga angka.
Saat ini, AC Milan berada di garis depan persaingan dengan menempati peringkat ketiga lewat raihan 70 poin. Namun posisi skuad Rossoneri belum sepenuhnya aman.
Tekanan berat membayangi mereka dari AS Roma yang menguntit di posisi keempat dengan koleksi poin yang sama, yakni 70 poin.
Sementara itu, kejutan datang dari tim promosi Como 1907 bersama raksasa Turin, Juventus. Kedua tim ini terus mengintip peluang di peringkat kelima dan keenam setelah sama-sama mengemas 68 poin.
Untuk menjaga sportivitas, seluruh laga pamungkas tersebut akan digelar secara serentak pada Ahad (24/5/2026) mulai pukul 23.00 WIB.
Kendati keempat tim tidak saling berhadapan secara langsung di lapangan pada laga penutup, setiap hasil pertandingan akan saling memengaruhi nasib mereka.
Terpeleset sedikit saja di pekan ke-38 ini akan menjadi mimpi buruk yang membuyarkan tiket menuju kompetisi antarklub kasta tertinggi Eropa tersebut.
Di atas kertas, AC Milan mendapatkan ujian yang relatif lebih ringan. Skuad asuhan San Siro ini dijadwalkan menjamu Cagliari yang saat ini tertahan di peringkat ke-16 klasemen.
Pada saat yang sama, AS Roma harus melakoni laga tandang ke markas Hellas Verona, tim peringkat ke-19 yang sudah dipastikan terdegradasi musim ini.
Tantangan cukup berat justru harus dihadapi oleh Como 1907. Skuad bentukan pengusaha Indonesia ini harus bertandang ke markas Cremonese.
Bagi tuan rumah Cremonese, laga ini merupakan partai hidup-mati demi luput dari jurang degradasi, mengingat mereka hanya terpaut satu angka dari Lecce yang berada di zona aman.
Di tempat lain, Juventus yang bertindak sebagai pemegang gelar juara terbanyak Serie A juga enggan mengibarkan bendera putih.
Si Nyonya Tua dijadwalkan menantang tuan rumah Torino dalam laga bertajuk Derby della Mole.
Sementara itu, atmosfer berbeda dialami oleh Inter Milan. Skuad Nerazzurri sudah memastikan diri merengkuh gelar juara (scudetto) Serie A musim 2025/2026 lebih awal sejak pekan ke-35 setelah menumbangkan Parma pada 4 Mei lalu.
Inter Milan kokoh di puncak klasemen dengan raihan 86 poin, diikuti Napoli di posisi kedua dengan 73 poin.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






