Berita Terkini: Arsenal Akhiri Penantian 22 Tahun! Man City Tersandung di Bournemouth, The Gunners Resmi Juara Premier League

AKURAT JAKARTA - Arsenal akhirnya memastikan diri sebagai juara Premier League musim 2025/2026 setelah Manchester City gagal meraih kemenangan saat bertandang ke markas Bournemouth.
Hasil imbang 1-1 di Vitality Stadium menjadi penentu berakhirnya penantian panjang The Gunners untuk kembali mengangkat trofi Premier League setelah 22 tahun.
Kepastian Arsenal juara datang hanya sehari setelah tim asuhan Mikel Arteta meraih kemenangan penting atas Burnley di Emirates Stadium.
Saat itu, kemenangan tersebut membuat peluang Arsenal semakin terbuka lebar, meski mereka masih harus berharap Manchester City terpeleset di pekan berikutnya.
"Musim ini adalah musim kami, tapi Man City luar biasa. Di bawah Pep [Guardiola], Anda tak pernah bisa mengesampingkan mereka, kejamnya mereka" ujar Declan Rice setelah kemenangan Arsenal atas Burnley, dikutip dari laman FromTheSpot.
"Tapi kami telah menempatkan diri dalam posisi yang sangat baik dan yang selalu saya katakan adalah kami harus terus berjuang," lanjutnya.
Ucapan gelandang The Gunners tersebut, kini terasa seperti penegasan bahwa Arsenal memang pantas berdiri di puncak klasemen musim ini.
Baca Juga: Jenderal Iran Ngamuk: Ancam Jadikan Teluk Oman Kuburan Massal Amerika
Manchester City sebenarnya datang ke markas Bournemouth dengan tekanan besar karena wajib menang demi menjaga peluang juara. Namun, pertandingan berjalan jauh lebih sulit dari perkiraan tim tamu.
Bournemouth tampil berani sejak awal laga dan tidak membiarkan Manchester City menguasai pertandingan dengan nyaman.
The Cityzens sempat mengancam lewat Jeremy Doku, tetapi Djordje Petkovic tampil sigap di bawah mistar.
Manchester City bahkan sempat mencetak gol pada menit ke-13 lewat Antoine Semenyo. Namun, gol tersebut dianulir karena offside.
Bournemouth justru mampu memanfaatkan momentum untuk mencuri keunggulan menjelang turun minum. Pada menit ke-39, Junior Kroupi sukses mencetak gol indah usai menerima umpan tarik Adrien Truffert.
Tendangan melengkungnya gagal diantisipasi Gianluigi Donnarumma dan membuat Vitality Stadium bergemuruh.
Memasuki babak kedua, Manchester City langsung meningkatkan intensitas serangan.
Nico O'Reilly mendapatkan peluang emas setelah menerima umpan Erling Haaland, tetapi Petkovic kembali menjadi penyelamat Bournemouth.
Tuan rumah juga beberapa kali nyaris menggandakan keunggulan. Evanilson gagal memaksimalkan peluang emas, sementara sepakan Rayan sempat membentur tiang gawang.
Pep Guardiola mencoba mengubah ritme permainan dengan meningkatkan penguasaan bola, tetapi Bournemouth tampil sangat disiplin dalam bertahan.
Bahkan, David Brooks hampir memastikan kemenangan Bournemouth di menit akhir andaikan sepakannya tidak kembali membentur tiang.
Manchester City akhirnya baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-90+5. Bola muntah hasil tendangan Rodri berhasil disambar Erling Haaland menjadi gol penyeimbang.
Namun, gol tersebut tidak cukup menyelamatkan peluang juara mereka.
Hasil imbang membuat Manchester City tertahan di angka 78 poin dan tidak mungkin lagi mengejar Arsenal yang unggul empat poin di puncak klasemen dengan satu laga tersisa.
Baca Juga: Morning Reset Ternyata Bisa Ubah Mood dan Fokus Seharian, Begini Caranya
"Saya akan ada di depan TV, tapi saya tidak tahu seberapa banyak yang bisa saya tonton, saya pikir. Itulah kenyataannya," ujar sang manajer Arsenal, Mikel Arteta sebelum laga Bournemouth vs Manchester City kini berubah menjadi momen penuh kebahagiaan bagi publik London Utara.
Gelar ini terasa sangat spesial bagi Arsenal. Dalam tiga musim terakhir, mereka terus gagal menyalip dominasi Manchester City dan harus puas finis sebagai runner-up.
Namun musim ini, Arsenal akhirnya mampu menjaga konsistensi hingga akhir kompetisi.
Keberhasilan ini juga membuka peluang lahirnya era baru di Premier League.
Arsenal kini memiliki skuad matang, fondasi permainan yang kuat, dan mental juara yang akhirnya terbentuk setelah bertahun-tahun dibangun Arteta.
Selain memastikan gelar Liga Inggris pertama dalam 22 tahun, Arsenal juga masih berpeluang menutup musim dengan trofi UEFA Champions League saat menghadapi Paris Saint-Germain di final.
Kini, satu penantian panjang telah berakhir. Arsenal kembali menjadi raja Inggris, dan London Utara akhirnya punya alasan besar untuk berpesta lagi. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026






