Jakarta

Memalukan! Chelsea Dibantai Brighton 3-0, Catat Rekor Terburuk dalam 114 Tahun, Liam Rosenior: Tak Bisa Dimaafkan

M Rahman Akurat | 22 April 2026, 09:27 WIB
Memalukan! Chelsea Dibantai Brighton 3-0, Catat Rekor Terburuk dalam 114 Tahun, Liam Rosenior: Tak Bisa Dimaafkan
Chelsea dibantai Brighton & Hove Albion dengan skor 3-0

AKURAT JAKARTA – Awan hitam kian pekat menyelimuti Stamford Bridge. Chelsea baru saja mencatatkan tinta kelam dalam sejarah klub.

Chelsea takluk 0-3 dari Brighton Hove Albion dalam lanjutan Liga Inggris di Stadion Amex, Selasa (21/4/2026) malam.

Hasil ini membuat The Blues menelan lima kekalahan beruntun di liga tanpa mencetak satu gol pun. Ini jadi catatan terburuk klub sejak tahun 1912 atau dalam 114 tahun terakhir.

Baca Juga: BIGBANG Umumkan Tour Dunia 2026 Mulai Agustus, Rayakan Anniversary ke-20, Jakarta Masuk dalam Jadwal?

Dominasi Total Brighton di Stadion Amex

Tuan rumah Brighton & Hove Albion tampil dominan sejak peluit pertama dibunyikan.

Tiga gol kemenangan The Seagulls masing-masing dilesakkan oleh Ferdi Kadioglu, Jack Hinshelwood, dan penyerang veteran Danny Welbeck.

Kemenangan meyakinkan ini membawa Brighton meroket ke peringkat enam klasemen sementara Liga Inggris, melompati Chelsea yang semakin terpuruk di papan tengah.

Statistik Memalukan: Nol Tembakan Tepat Sasaran

Performa anak asuh Liam Rosenior dalam laga ini benar-benar jauh dari ekspektasi.

Berdasarkan data Sky Sports, Chelsea bahkan gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran (shot on target) sepanjang pertandingan.

Lebih memprihatinkan lagi, statistik expected goals (xG) Chelsea di babak pertama hanya menyentuh angka 0,04.

Lini belakang mereka pun mencetak rekor buruk dengan 12 pertandingan beruntun tanpa clean sheet, terburuk sejak musim 1996-1997.

Baca Juga: Prediksi Skor PSG vs Nantes di Ligue 1, 23 April 2026: Misi Bangkit Les Parisiens di Parc des Princes

Liam Rosenior Minta Maaf dan Semprot Pemain

Usai laga, seruan agar pelatih kepala Liam Rosenior mundur menggema dari tribun pendukung tim tamu.

Menanggapi situasi panas tersebut, Rosenior secara terbuka menyampaikan permohonan maaf.

"Untuk para penggemar, saya minta maaf. Penampilan seperti ini tidak bisa diterima dalam segala hal. Saya selalu mencoba membela pemain, tapi apa yang terjadi malam ini benar-benar tidak bisa dimaafkan," tegas Rosenior kepada Sky Sports.

Pelatih asal Inggris tersebut juga menyoroti komitmen skuadnya yang dinilai sangat minim.

"Hanya ada tiga atau empat pemain yang benar-benar memberikan segalanya. Itu jelas tidak cukup untuk level klub seperti ini. Kami harus mengevaluasi siapa yang benar-benar bisa diandalkan dalam situasi sulit," tambahnya.

Baca Juga: Prediksi Skor PSIM vs Persija di Super League, 22 April 2026: Laskar Mataram Tertekan Hadapi Macan Kemayoran

Bertanggung Jawab Penuh atas Keterpurukan

Meski tekanan untuk mundur semakin kuat, Rosenior menegaskan dirinya tidak akan lari dari tanggung jawab.

Ia berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh, baik dari sisi taktik maupun mentalitas pemain.

"Tanggung jawab sepenuhnya ada pada saya. Melatih Chelsea berarti siap menghadapi tekanan. Jika tidak bisa, maka Anda tidak pantas berada di sini," pungkasnya.

Kekalahan ini menjadi sinyal bahaya bagi manajemen Chelsea untuk segera melakukan perubahan besar sebelum rekor-rekor buruk lainnya kembali tercipta. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.