Memalukan! Chelsea Dibantai Brighton 3-0, Catat Rekor Terburuk dalam 114 Tahun, Liam Rosenior: Tak Bisa Dimaafkan

AKURAT JAKARTA – Awan hitam kian pekat menyelimuti Stamford Bridge. Chelsea baru saja mencatatkan tinta kelam dalam sejarah klub.
Chelsea takluk 0-3 dari Brighton Hove Albion dalam lanjutan Liga Inggris di Stadion Amex, Selasa (21/4/2026) malam.
Hasil ini membuat The Blues menelan lima kekalahan beruntun di liga tanpa mencetak satu gol pun. Ini jadi catatan terburuk klub sejak tahun 1912 atau dalam 114 tahun terakhir.
Dominasi Total Brighton di Stadion Amex
Tuan rumah Brighton & Hove Albion tampil dominan sejak peluit pertama dibunyikan.
Tiga gol kemenangan The Seagulls masing-masing dilesakkan oleh Ferdi Kadioglu, Jack Hinshelwood, dan penyerang veteran Danny Welbeck.
Kemenangan meyakinkan ini membawa Brighton meroket ke peringkat enam klasemen sementara Liga Inggris, melompati Chelsea yang semakin terpuruk di papan tengah.
Statistik Memalukan: Nol Tembakan Tepat Sasaran
Performa anak asuh Liam Rosenior dalam laga ini benar-benar jauh dari ekspektasi.
Berdasarkan data Sky Sports, Chelsea bahkan gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran (shot on target) sepanjang pertandingan.
Lebih memprihatinkan lagi, statistik expected goals (xG) Chelsea di babak pertama hanya menyentuh angka 0,04.
Lini belakang mereka pun mencetak rekor buruk dengan 12 pertandingan beruntun tanpa clean sheet, terburuk sejak musim 1996-1997.
Liam Rosenior Minta Maaf dan Semprot Pemain
Usai laga, seruan agar pelatih kepala Liam Rosenior mundur menggema dari tribun pendukung tim tamu.
Menanggapi situasi panas tersebut, Rosenior secara terbuka menyampaikan permohonan maaf.
"Untuk para penggemar, saya minta maaf. Penampilan seperti ini tidak bisa diterima dalam segala hal. Saya selalu mencoba membela pemain, tapi apa yang terjadi malam ini benar-benar tidak bisa dimaafkan," tegas Rosenior kepada Sky Sports.
Pelatih asal Inggris tersebut juga menyoroti komitmen skuadnya yang dinilai sangat minim.
"Hanya ada tiga atau empat pemain yang benar-benar memberikan segalanya. Itu jelas tidak cukup untuk level klub seperti ini. Kami harus mengevaluasi siapa yang benar-benar bisa diandalkan dalam situasi sulit," tambahnya.
Bertanggung Jawab Penuh atas Keterpurukan
Meski tekanan untuk mundur semakin kuat, Rosenior menegaskan dirinya tidak akan lari dari tanggung jawab.
Ia berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh, baik dari sisi taktik maupun mentalitas pemain.
"Tanggung jawab sepenuhnya ada pada saya. Melatih Chelsea berarti siap menghadapi tekanan. Jika tidak bisa, maka Anda tidak pantas berada di sini," pungkasnya.
Kekalahan ini menjadi sinyal bahaya bagi manajemen Chelsea untuk segera melakukan perubahan besar sebelum rekor-rekor buruk lainnya kembali tercipta. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026



