Jakarta

Prediksi Skor Georgia vs Spanyol di Kualifikasi Piala Dunia 2026, 16 November 2025: Misi Mustahil The Crusaders Hadang La Roja

Saeful Anwar | 15 November 2025, 13:40 WIB
Prediksi Skor Georgia vs Spanyol di Kualifikasi Piala Dunia 2026, 16 November 2025: Misi Mustahil The Crusaders Hadang La Roja

AKURAT JAKARTA - Laga Georgia vs Spanyol pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi salah satu duel paling menentukan di Grup E zona Eropa. 

La Roja sudah berada di ambang lolos, sementara The Crusaders sedang berada di situasi genting dan hanya kemenangan yang bisa menjaga asa mereka menuju babak playoff.

Pertandingan yang akan berlangsung pada Minggu pukul 00.00 WIB ini, menjadi sorotan besar karena Georgia butuh dua kemenangan beruntun sekaligus berharap Turki kehilangan poin, situasi yang membuat laga di Dinamo Arena terasa seperti final bagi skuad Willy Sagnol.

Baca Juga: Basri Baco: Program Sembako Golkar DKI Bukti Nyata Kepedulian Partai Rakyat

Preview

Georgia baru mengumpulkan tiga poin dari empat pertandingan Grup E, hasil dari satu kemenangan kandang melawan Bulgaria pada awal September lalu.

Mereka duduk di posisi ketiga dan berada dalam tekanan berat setelah kalah pada dua laga Oktober, masing-masing dari Spanyol dan Turki. 

Kini, tugas mereka menjadi jauh lebih sulit: Georgia harus menang melawan Spanyol dan Bulgaria, lalu berharap Turki kalah di dua laga terakhirnya.

Meski belum pernah tampil di putaran final Piala Dunia, Georgia setidaknya pernah mencuri perhatian saat mencapai babak 16 besar Euro 2024. 

Namun perjalanan mereka kala itu juga berakhir oleh Spanyol dengan skor 4-1. Secara keseluruhan, The Crusaders hanya meraih satu kemenangan dari sembilan pertemuan dengan Spanyol, sementara delapan lainnya berakhir kekalahan, menunjukkan betapa beratnya tantangan tuan rumah.

Baca Juga: HUT ke-61 dan Syukuran Gelar Pahlawan Soeharto, DPD Golkar DKI Bagikan 6.100 Paket Sembako Murah di 10 Dapil

Spanyol berada dalam kondisi terbaik setelah menyapu bersih empat laga Grup E. 

Dengan 12 poin, mereka berada di puncak dengan selisih gol +15, jauh lebih unggul dari Turki. 

Bahkan hasil imbang bisa cukup untuk memastikan tiket Piala Dunia jika Turki terpeleset. 

Namun La Roja jelas datang untuk menang, mengingat kekalahan justru bisa meramaikan persaingan posisi pertama.

La Roja tampil dominan, mencetak 15 gol tanpa kebobolan dalam empat laga. Mereka menang 2-0 atas Georgia dan 4-0 atas Bulgaria pada jeda internasional Oktober lalu. 

Setelah kekecewaan di final Nations League melawan Portugal, Spanyol langsung bangkit dan menunjukkan stabilitas luar biasa di kedua sisi permainan.

Dengan status sebagai juara Euro 2024 dan mantan juara dunia 2010, Spanyol kembali menjadi salah satu tim paling solid di kualifikasi zona Eropa.

Georgia, sebaliknya, menghadapi rangkaian hasil tak konsisten. Setelah kalah 3-2 pada pertemuan pertama melawan Turki meski sempat bangkit dari ketertinggalan 0-3, mereka kembali dihajar 4-1 pada pertemuan kedua di Oktober. 

Meski demikian, kemenangan 3-0 atas Bulgaria menunjukkan bahwa mereka masih memiliki potensi untuk tampil mengejutkan. 

Namun peluang lolos tetap sangat kecil dan bergantung pada banyak faktor di luar kendali mereka.

Baca Juga: Dari Bakmi sampai Italia Autentik, Ini Kuliner Viral Kemang yang Ramai di TikTok

Dari sembilan pertemuan, Georgia hanya menang sekali dan menderita delapan kekalahan. 

Mereka total hanya mencetak lima gol, jauh tertinggal dari 24 gol milik Spanyol. 

La Roja juga masih menjaga rekor sempurna tanpa kebobolan di grup, sementara Georgia kembali disingkirkan Spanyol seperti di Euro 2024 lalu. 

Situasi klasemen membuat Georgia harus menang pada dua laga terakhir dan berharap Turki kehilangan poin untuk menjaga peluang playoff.

Baca Juga: Dari Tebet hingga Pejatian, Ini Taman di Jakarta Selatan yang Cocok Buat Healing Tanpa Perlu Keluar Kota

Prediksi Starting XI

Georgia memasuki laga ini dengan dua absensi penting: Otar Kakabadze dan Georges Mikautadze, yang mengalami cedera. 

Ketidakhadiran Mikautadze menjadi pukulan besar karena ia salah satu mesin gol utama Georgia dengan 21 gol dalam 41 pertandingan. 

Sebagai gantinya, Giorgi Kvilitaia dan Budu Zivzivadze diperkirakan mengisi sektor depan. 

Khvicha Kvaratskhelia tetap menjadi pemain andalan dan diharapkan menjadi sumber kreativitas utama tuan rumah. 

Lini belakang tetap bertumpu pada Guram Kashia yang mengejar penampilan ke-127, sementara Giorgi Mamardashvili menjadi pilihan utama di bawah mistar.

Di kubu Spanyol, Lamine Yamal absen setelah menjalani prosedur pada otot pangkal paha. 

Rodri, Pedri, dan Nico Williams juga tidak tersedia karena cedera. Meski begitu, Spanyol masih memiliki skuad yang sangat kompetitif.

Ferran Torres diperkirakan mengisi lini serang bersama Mikel Oyarzabal dan Alex Baena. 

Duo Arsenal, Mikel Merino dan Martin Zubimendi, kemungkinan besar tetap menjadi tumpuan lini tengah bersama Fabian Ruiz.

Perkiraan susunan pemain:

• Georgia (4-3-3): Mamardashvili; Kakabadze, Kashia, Goglichidze, Gocholeishvili; Kiteishvili, Mekvabishvili, Kochorashvili; Zivzivadze, Kvilitaia, Kvaratskhelia.

• Spanyol (4-3-3): Simon; Porro, Le Normand, Cubarsi, Cucurella; Merino, Zubimendi, Ruiz; Oyarzabal, F Torres, Baena.

Baca Juga: PSSI Upayakan Izin FC Utrecht, Miliano Jonathans Diproyeksikan Perkuat Timnas U-22 di SEA Games

Prediksi Skor

Spanyol datang dengan modal sangat kuat, rekor sempurna, dan keunggulan kualitas kolektif yang signifikan. 

Georgia bermain di kandang dan sangat membutuhkan poin, tetapi absennya Mikautadze serta rekor buruk mereka melawan Spanyol membuat peluang mereka tipis. 

La Roja tampil sangat stabil dan memiliki kedalaman skuad cukup untuk mengatasi absensi pemain-pemain kunci. 

Dengan dominasi di lini tengah serta efektivitas lini depan, Spanyol diprediksi kembali meraih kemenangan.

Prediksi skor: Georgia 0-3 Spanyol. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.