Jakarta

Gejolak di London Utara: Pemecatan Postecoglou Picu Amarah Pemain Tottenham dan Potensi Pemberontakan

Saeful Anwar | 7 Juni 2025, 18:26 WIB
Gejolak di London Utara: Pemecatan Postecoglou Picu Amarah Pemain Tottenham dan Potensi Pemberontakan

AKURAT JAKARTA - Tottenham Hotspur tengah berada di tengah badai usai keputusan mendadak Daniel Levy memecat Ange Postecoglou. 

Padahal, pelatih asal Australia itu baru saja membawa The Lilywhites mengangkat trofi Eropa pertama dalam 41 tahun. 

Kabar ini mengejutkan banyak pihak, terlebih para pemain yang kini disebut-sebut marah besar hingga mengancam hengkang.

Menurut laporan Daily Mail, para pemain Tottenham merasa sangat marah dengan pemecatan Ange Postecoglou. 

Pemecatan ini dilakukan secara tiba-tiba, bertepatan dengan ulang tahun kedua masa jabatannya, dan hanya berselang 16 hari setelah kemenangan bersejarah atas Manchester United di final Liga Europa di Bilbao.

Baca Juga: Isuzu Panther 2025: MPV Diesel Legendaris Kini Tampil Lebih Elegan, Futuristik, dan Siap Bersaing Lagi

Dari Puncak Euforia ke Jurang Ketegangan

Kekacauan internal ini bermula setelah kekalahan 4-1 dari Brighton dalam laga terakhir Premier League. 

Ketua klub, Daniel Levy, langsung mengadakan pertemuan tertutup hingga larut malam. 

Tak lama kemudian, Levy terbang ke Bahama dan bertemu dengan keluarga Lewis, pemegang saham utama Spurs, sebelum akhirnya memutuskan untuk memecat Postecoglou.

"Para pemain sangat marah dengan apa yang telah terjadi dan bagaimana penanganannya. Manajer berikutnya akan mewarisi situasi yang sulit," ungkap seorang sumber kepada The Telegraph, seperti dikutip Daily Mail, Sabtu (07/07).

Nama Thomas Frank dari Brentford muncul sebagai kandidat kuat pengganti, namun situasi panas di ruang ganti bisa menjadi tantangan besar baginya.

Baca Juga: Makan Kentang Bisa Bikin Keracunan! Ini Tanda Bahaya yang Sering Diabaikan

Ucapan Emosional dari Para Pemain

Beberapa pemain langsung bereaksi emosional melalui media sosial untuk mengucapkan salam perpisahan. Pedro Porro, bek kanan Spurs, menulis pesan menyentuh di Instagram:

"Terima kasih untuk segalanya, bos," tulis Porro. "Karena telah membimbing saya sejak awal, membantu saya menyesuaikan diri dengan klub, dan mempercayai saya di lapangan. Saya akan selalu berterima kasih atas cara Anda memimpin kami, membela kami, dan membuat kami terus bertahan melewati semua pasang surut. Di atas segalanya, Anda memberikan kami salah satu momen terbesar dalam sejarah klub dan untuk itu, Anda akan selalu dirayakan. Semoga Anda mendapatkan yang terbaik, bos."

Striker Richarlison pun menyampaikan rasa terima kasihnya:

"Tuan, terima kasih banyak karena telah membantu saya dan mempercayai saya selama salah satu periode tersulit dalam karier dan hidup saya. Semua orang yang mencintai Spurs akan ingat bahwa Big Ange selalu mengantongi trofi di musim keduanya. Kita telah membuat sejarah! Selamat dan semoga sukses dalam perjalananmu! Saya akan selalu mendukungmu."

Baca Juga: Nyaman di Dalam, Dominan di Luar! Toyota Fortuner 2025 Siap Taklukkan Semua Medan

Penyerang Dominic Solanke juga memberikan apresiasi tersendiri:

"Terima kasih telah membawa saya ke klub yang luar biasa ini, terima kasih telah memberikan trofi yang luar biasa kepada kami. Saya tidak akan pernah melupakan pembicaraan yang kami lakukan sebelum saya menandatangani kontrak dan kami meraih sebuah mimpi! Semoga sukses dalam petualangan Anda berikutnya."

Terbaru, kapten Spurs, Son Heung Min juga memposting ucapan perpisahan yang menyentuh:

"Gaffer. Anda telah mengubah arah klub ini. Anda percaya pada diri Anda sendiri, dan kami, sejak hari pertama dan tidak pernah goyah sedetik pun. Bahkan ketika orang lain melakukannya.

Anda tahu apa yang mampu kami lakukan selama ini. Anda melakukannya dengan cara Anda. Dan cara Anda membawa klub ini pada malam terbaik yang pernah ada selama beberapa dekade. Kita akan memiliki kenangan itu seumur hidup.

Anda mempercayai saya sebagai kapten. Salah satu kehormatan tertinggi dalam karier saya. Sebuah kehormatan yang luar biasa bisa belajar dari kepemimpinan Anda dari dekat, saya menjadi pemain yang lebih baik dan pribadi yang lebih baik karena Anda.

Ange Postecoglou, Anda adalah legenda Tottenham Hotspur selamanya. Terima kasih, kawan."

Pesan-pesan serupa juga datang dari Guglielmo Vicario dan Micky van De Ven.

Postecoglou: Malam Bilbao Tak Akan Terlupakan

Baca Juga: Hotel atau Homestay? Simak Tips Ini Agar Kamu Tak Salah Pilih Akomodasi Liburan!

Postecoglou pun merilis pernyataan penuh emosi. Ia menulis:

"Ketika saya merefleksikan masa-masa saya sebagai Manajer Tottenham Hotspur, emosi saya yang paling utama adalah kebanggaan. Kesempatan untuk memimpin salah satu klub sepak bola bersejarah di Inggris dan mengembalikan kejayaan yang layak untuk klub ini akan selalu saya ingat seumur hidup. Berbagi pengalaman itu dengan semua orang yang benar-benar mencintai klub ini dan melihat dampak yang diberikan kepada mereka adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan."

Ia menambahkan:

"Malam itu di Bilbao merupakan puncak dari dua tahun kerja keras, dedikasi dan keyakinan yang tak tergoyahkan pada sebuah mimpi... Kami juga telah meletakkan dasar-dasar yang berarti bahwa klub ini tidak perlu menunggu 17 tahun lagi untuk meraih kesuksesan berikutnya."

Postecoglou juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pemain dan staf:

"Kelompok pemain muda yang fantastis yang sekarang menjadi legenda klub sepak bola ini dan para pelatih brilian yang tidak pernah meragukan bahwa kami dapat melakukan sesuatu yang istimewa. Kami selalu terhubung. Audere est Facere."

Baca Juga: Teknologi dan Tenaga Menyatu Sempurna di Toyota Fortuner 2025, Siap Bikin Kompetitor Waswas

Ancaman Krisis dalam Bayang-Bayang Trofi

Pemecatan ini bisa menjadi bumerang besar bagi Tottenham. Setelah euforia kemenangan di Eropa, kini klub dibayangi krisis internal yang bisa memicu eksodus pemain penting. 

Jika benar terjadi, pengganti Postecoglou akan mewarisi bukan hanya ruang ganti yang retak, tapi juga tekanan ekspektasi besar dari fans.

Spurs kini berada di persimpangan jalan: membangun ulang kepercayaan para pemain, atau menghadapi kehancuran dari dalam. 

Yang jelas, keputusan Daniel Levy akan terus jadi sorotan dalam sejarah klub London Utara ini. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.