Tottenham Siap Lepas Son Heung-min: Akhir Era di London Utara, Tawaran Klub Saudi Mengintai

AKURAT JAKARTA - Setelah sukses mempersembahkan gelar Liga Europa 2025 untuk Tottenham Hotspur, Son Heung-min kembali menjadi sorotan.
Kapten asal Korea Selatan tersebut kini berada dalam pusaran rumor transfer yang melibatkan klub-klub top Liga Pro Saudi.
Dengan kontrak yang tersisa satu tahun dan agenda besar Tottenham untuk merombak skuad, peluang hengkangnya sang legenda makin terbuka lebar.
Selama 10 tahun membela Spurs, Son telah mencatatkan 454 penampilan, mencetak 173 gol, dan menyumbang 101 assist.
Kiprahnya yang konsisten membuatnya dicintai publik London Utara. Namun musim 2024/25 menjadi salah satu periode sulit, di mana ia hanya mampu mencetak 11 gol dan memberikan 10 assist dari 46 laga. Performanya pun disebut mulai menurun.
Menurut The Telegraph, "Dengan satu tahun tersisa dari kontraknya yang ada, Spurs merasa ini adalah saat yang tepat untuk mengucapkan selamat tinggal pada legenda klub."
Klub dilaporkan siap melepas sang kapten jika tawaran yang masuk sesuai ekspektasi, terlebih mereka membutuhkan dana segar untuk membangun ulang skuad.
Nama-nama seperti Eberechi Eze dan Jack Grealish disebut menjadi target transfer utama.
Baca Juga: Orang Tua Wajib Tahu! Komunikasi Keluarga Jadi Tameng Anak dari Konten Negatif Internet
Minat dari Liga Pro Saudi bukanlah hal baru. Pada 2023, Al Ittihad bahkan sempat menawarkan kontrak empat tahun senilai £25 juta per musim kepada Son, namun ia memilih bertahan karena masih ingin bersaing di level tertinggi Premier League.
Kini, dengan usianya yang menginjak 32 tahun dan situasi internal Tottenham yang tak pasti—termasuk masa depan pelatih Ange Postecoglou yang kabarnya akan diakhiri oleh Daniel Levy—situasi menjadi sangat berbeda.
Son juga tengah absen dari tugas klub karena cedera kaki, dan bahkan tidak hadir dalam peluncuran jersey baru Tottenham untuk musim 2025/26.
Saat ini ia berada dalam kamp latihan timnas Korea Selatan untuk laga kualifikasi Piala Dunia melawan Irak dan Kuwait.
Namun, Son diperkirakan tidak akan bermain di kedua pertandingan tersebut, dengan Korea Selatan hanya membutuhkan satu poin dari dua pertandingan untuk lolos.
Baca Juga: Jakarta Timur Temukan Kasus Positif COVID-19 di Mei 2025, Ini Imbauan Terbaru Dinkes
Ketertarikan dari klub-klub seperti Al Ittihad dan Al Nassr terus menguat. Mereka melihat Son sebagai ikon Asia yang bisa mendongkrak citra liga dan menarik pasar global.
Jika menerima tawaran tersebut, Son bisa menjadi salah satu pionir Asia yang mencatat sejarah di Liga Pro Saudi.
Bagi Tottenham, penjualan Son bisa menjadi keputusan emosional namun logis. Sementara bagi Son, ini bukan sekadar soal uang, tapi juga tentang warisan dan kemungkinan menutup karier dengan pengalaman baru di tanah Arab.
Dalam pernyataan emosional usai final Liga Europa, Son berkata kepada TNT Sports, "Katakanlah saya adalah seorang legenda. Kenapa tidak? Hanya hari ini!" lanjutnya, "17 tahun tidak ada yang melakukannya, jadi dengan para pemain yang luar biasa, ya hari ini adalah harinya. Mungkin hari ini saya akan mengatakan bahwa saya adalah legenda klub ini. Saya merasa luar biasa. Inilah yang selalu saya impikan dan hari ini adalah hari dimana hal itu terjadi. Mimpi itu menjadi kenyataan. Saya sangat, sangat bahagia. Saya adalah orang yang paling bahagia di dunia."
Masa depan Son Heung-min di Tottenham kini berada di ujung tanduk. Keputusan yang akan ia ambil bukan hanya menyangkut kariernya, tetapi juga arah klub dan statusnya sebagai legenda.
Apakah ia akan tetap di London atau mengepakkan sayap ke Timur Tengah? Jawabannya akan segera tiba di musim panas ini. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









