Kheira Sabira Ajak Keluarga UIN Nonton Film Dua Surga Dalam Cintaku di Bioskop 21 Maret 2024

AKURAT JAKARTA - Film Dua Surga Dalam Cintaku (DSDC) sangat kental dengan nuansa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Eksekutif Produser DSDC Etty Said Alkadrie mengatakan, nuansa UIN dalam film genre religi romantis sangat kental.
Pertama sang penulis novel DSDC, yaitu almarhum Atho Al Rahman adalah alumnus UIN Jakarta, Fakultas Adab.
Baca Juga: Berikut Sinopsis Film Religi Dua Surga Dalam Cintaku (DSDC), Tayang di Bioskop 21 Maret 2024
"Film ini juga mengambil syuting di UIN. Dan bahkan, ada pemeran dari UIN juga, yaitu Prof Euis Amalia dan beberapa mahasiswa di sini," kata Etty dalam acara Film DSDC Goes to Campus di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Ciputat, Tangsel, Senin (26/2).
Di acara tersebut, hadir artis Kheira Sabira pemeran Husna. Kemudian, Yogi Wegner pemeran Erwin yang menjadi tokoh antagonis dalam film tersebut. Selain artis, sutradara Kiki Nuriswan juga ikut hadir meramaikan acara yang diikuti ratusan mahasiswa itu.
"Film ini sangat UIN ya. Jadi rugi banget kalau mahasiswa UIN tidak sampai nonton. Karena di film ini tokoh utamanya juga bercerita tentang mahasiswa UIN yang sangat berprestasi," terang Etty Said Alkadrie yang juga Pemred sekaligus Direktur Tangselxpress.com itu.
Baca Juga: Syuting di Mekkah dan Madinah, Film DSDC Tayang 21 Maret 2024
Sementara itu, Kheira Sabira mengakui, memerankan Husna dalam film tersebut membutuhkan energi yang luar biasa. Husna dalam film itu digambarkan sebagai wanita yang sabar, ikhlas dan sangat mencintai suaminya Arham yang diperankan Aliff Alli, artis asal Malaysia.
Kheira juga menegaskan, film DSDC bukanlah film bertema poligami seperti yang dibayangkan banyak orang. "Ini film yang sangat berbeda ya, jadi sangat layak untuk ditonton," kata Kheira yang di acara itu mengenakan hijab warna putih.
Hal yang sama disampaikan Yogi Wegner. Menurutnya, film DSDC adalah film yang sangat berbeda dengan film religi lainnya.
"Ada pesan moral yang ingin disampaikan dalam film ini," kata Yogi.
Sang sutradara Kiki Nuriswan menegaskan, selain jalan ceritanya yang sangat menarik, film ini memiliki keunggulan dibandingkan film religi romantis lainnya.
DSDC, kata dia, merupakan film Indonesia pertama yang syuting di Mekkah, Madinah dan Taif. Bahkan, kata Kiki, ada dialog antara Husna dan Arham di Bukit Safa-Marwa yang selama ini belum pernah dilakukan oleh PH lain di Indonesia.
"Dialog mereka sangat romantis," kata Kiki.
Sementara itu Profesor Euis Amalia yang juga guru besar FEB UIN Syarif Hidayatullah mengakui, film DSDC memang kental dengan unsur UIN.
Jadi menurutnya, semua civitas akademika serta alumnus UIN wajib nonton film yang diangkat dari novel dengan judul yang sama, yaitu Dua Surga Dalam Cintaku.
"Penulis novel (Atho Al Rahman) yang diangkat dalam film ini adalah alumnus kampus ini. Hebatnya, kang Atho telah menelorkan tiga novel yang semuanya akan difilmkan. Ini sangat luar biasa," kata Euis.
Sinopsis
Film Dua Surga Dalam Cintaku menceritakan tokoh Arham, seorang mahasiswa tingkat akhir dari Universitas Islam Negeri yang berlokasi di Ciputat, Tangerang Selatan.
Arham mempunyai teman kecil bernama Husna di kampung halaman di Bogor. Mereka diam-diam saling mencintai. Sampai suatu hari mereka saling menyadari bahwa telah jatuh cinta. Mereka melanjutkan ke jenjang pernikahan.
Ternyata, Husna mempunya penyakit akut, yaitu kanker otak. Husna juga divonis hidupnya tidak akan lama. Arham bertekad untuk menemani Husna sampai akhir hayatnya. Husna dan keluarganya mendorong Arham untuk melanjutkan pendidikannya. Dengan berat hati, akhirnya Arham move on berpisah dengan istri tercinta untuk menyelesaikan studinya.
Zilka seorang wanita muda yang sempat terjerumus ke dunia hitam, berusaha untuk berhijrah ke jalan yang benar. Dia membutuhkan seorang lelaki yang bisa dijadikan pembimbing ke kehidupannya yang lebih baik. Pertemuannya dengan Arham, memberi harapan kepada Zilka lelaki yang diharapkan menjadi pembimbing hidupnya. Arham dengan segala kebaikan hatinya dihadapkan kepada dilema untuk memberikan kebaikan kepada semua orang di sekelilingnya.
Kehadiran Erwin seorang psikopat dari masa lalu Zilka menambah kompleksnya masalah yang dihadapi Zilka dan Arham.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026



