Duh, Kenapa Bisa Basarnas Belum Efektif Selenggarakan Operasi SAR? BPK Rekomendasikan Langkah-langkah Ini!

AKURAT JAKARTA - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dinyatakan belum efektif dalam penyelenggaraan pencarian dan pertolongan selama 2022 hingga semester pertama 2023.
BPK mengambil kesimpulan itu setelah melakukan pemeriksaan atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kinerja Basarnas selama kurun waktu yang disebutkan di atas.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan, BPK menyimpulkan Basarnas belum efektif dalam penyelenggaraan pencarian dan pertolongan selama kurun waktu tersebut. Karena masih ditemukan adanya permasalahan-permasalahan dalam penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan," kata Anggota I BPK, I Nyoman Adhi Suryadnyana, di laman resmi BPK, Jumat (23/2/2024).
I Nyoman sudah menyerahkan hasil pemeriksaan kinerja Basarnas ke Kepala Basarnas Marsekal Madya Kusworo, kemarin.
BPK mengadakan pemeriksaan kinerja itu untuk menilai efektivitas Basarnas dalam melakukan operasi SAR.
Ada tiga aspek yang menjadi indikator penilaian, yakni kelembagaan, efektivitas penyelenggaraan operasi, dan dukungan sarana dan prasarana.
Baca Juga: Kecelakaan Maut Gokart, Perempuan Warga Singapura Tewas, Helm Lepas Rambut Terlilit Mesin
BPK menemukan 873 operasi Basarnas atau 24,82 persen tidak memenuhi standar waktu tempuh, 377 operasi tidak dapat mengevakuasi seluruh korban, dan belum dilakukan evaluasi rutin atas pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.
Sehingga, operasi SAR belum terlaksana dengan cepat, tepat, aman, dan bebas risiko.
"Siaga pencarian dan pertolongan belum sepenuhnya efektif dalam mendukung penyelenggaraan pencarian dan pertolongan. Terutama, komposisi regu siaga dan rescuer on call tidak mewakili kemampuan kolektif dan belum dibentuk sesuai analisis kebutuhan operasi," tegas I Nyoman.
Sehingga, kata I Nyoman mengakibatkan waktu respon paling lama 25 menit belum sepenuhnya terpenuhi.
"Kegiatan operasi pencarian dan pertolongan secara cepat dan tepat belum tercapai," ujarnya.
BPK menyoroti problem sumber daya manusia di Basarnas yang belum sepenuhnya mendukung efektivitas pencarian dan pertolongan.
Antara lain, dalam penempatan rescuer belum berdasarkan kebutuhan satuan kerja dan memiliki kompetensi belum sesuai standar.
Juga program pengembangan kompetensi belum memadai, sehingga mengakibatkan beban kerja dan pelayanan pencarian dan pertolongan tidak merata.
"BPK merekomendasikan untuk menyusun rencana pengembangan sumber daya manusia yang memuat target dan program pemenuhan standar kompetensi bagi seluruh personel rescuer jangka panjang, menengah dan pendek. Membuat program pengembangan instruktur bersertifikat yang cukup dan merata pada seluruh satuan kerja dan dibuat rencana penempatan rescuer sesuai kebutuhan," beber I Nyoman.*
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026

