Mengetahui Istilah BG dan AG di Avatar: The Last Airbender, Sistem Penanggalan di Semesta Aang dan Kawan-kawan
AKURAT JAKARTA - Adaptasi live-action Avatar: The Last Airbender sebentar lagi sudah bisa ditonton di layanan streaming Netflix.
Gordon Cormier dipercaya memerankan karakter Aang di Avatar: The Last Airbender.
Avatar: The Last Airbender rencananya mulai tayang di Netflix pada 22 Februari 2024.
Baca Juga: Resep Nila Bakar Spesial, Manjakan Lidah dan Makin Disayang Mertua
Bagi penggemar Avatar: The Last Airbender pasti sudah familiar dengan istilah BG dan AG.
Seperti Aang, misalnya. Di semesta fiksi Avatar: The Last Airbender, mengutip dari data Fandom.com, Aang dikisahkan lahir pada tahun 12 BG dan meninggal pada 153 AG.
Lalu apa itu BG dan AG di Avatar: The Last Airbender?
Di artikel berjudul Penjelasan Linimasa Avatar: The Last Air Bender yang terbit di Screenrant.com, BG dan AG merupakan sistem penanggalan yang menjadi tanda pada momen yang terjadi di semesta fiksi Avatar: The Last Airbender.
Nah, peristiwa pembersihan suku Pengendali Udara oleh Negara Api menjadi titik tolak sistem penanggalan di Avatar: The Last Airbender.
BG merujuk pada Before Genocide (sebelum pembersihan) dan AG merujuk pada After Genocide (setelah pembersihan).
Jadi ketika diceritakan Aang lahir pada tahun 12 BG, artinya, Si Pengendali Udara terakhir itu lahir pada 12 tahun sebelum peristiwa pembersihan Suku Pengendali Udara.
ketika diceritakan Aang meninggal pada 153 AG, artinya, Si Pengendali Udara itu meninggal setelah terjadinya peristiwa pembersihan Suku Pengendali Udara.
Mengutip pada Asal-Usul Dunia Avatar yang terbit di Screenrant.com, semesta Avatar: The Last Airbender sudah dimulai sekitar 20.000 tahun sebelum kisah Aang diceritakan.
Asal usul dunia pada saat itu dihuni banyak roh kuat dan Avatar pertama tercipta.*
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026





