Deretan Sakit yang Bisa Timbulkan Kejang Mendadak, Jangan Buru-buru Bilang Kesurupan!

AKURAT.CO Baru-baru ini, media sosial dan pengguna kereta api listrik (KRL) dihebohkan dengan video yang memperlihatkan salah seorang penumpang yang mendadak kejang-kejang hingga tergeletak di lantai.
Peristiwa itu diketahui terjadi dalam rangkaian gerbong kereta api listrik atau KRL rute Rangkasbitung - Tanah Abang.
Dalam video tersebut sang penumpang yang berjenis kelamin pria tampak kejang-kejang mendadak dan tergeletak di lantai, tiba-tiba duduk dan menyadarkan tangan kanannya di kursi.
Baca Juga: Ini Soal Penyebab Kecelakaan Kereta Api Turangga vs Komuter Bandung Raya yang Terjadi Jam 6 Pagi Ini
Petugas KRL yang melihat peristiwa itu pun turut membantu agar kondisi KRL tetap kondusif sambil mengecek kondisi penumpang yang kejang-kejang.
Usai viral, banyak warganet yang menyebut jika kondisi yang dialami sang penumpang adalah kesurupan dan justru menghakimi sang penumpang.
Menanggapi video yang beredar, Manager Humas Kereta Commuter Indonesia (KCI) Leza Arlan menjelaskan bahwa tuduhan kesurupan yang dilayangkan ke pria dalam video itu tidak benar.
Baca Juga: KA Turangga dan Commuter Line Bandung Raya Adu Banteng, Begini Kengerian Penampakan Kedua Kereta
Ia megatakan bahwa pria yang kejang-kejang di KRL rute Rangkasbitung - Tanah Abang itu bukanlah kesurupan melainkan karena sakit yang diderita.
Seperti diketahui, kejang-kejang atau kejang (seizure) adalah manifestasi dari gangguan aktivitas listrik yang abnormal dalam otak.
Ada beberapa penyakit atau kondisi yang dapat menyebabkan kejang. Tidak hanya untuk orang dewasa, tapi juga anak-anak.
Baca Juga: Geisha Karena Kamu, Lirik Lagu, Cocok Nyanyikan untuk Suasana Tenang
Berikut ini adalah beberapa penyakit yang bisa menimbulkan kejang-kejang mendadak:
Epilepsi
Ini adalah gangguan neurologis kronis yang dicirikan oleh kejang berulang. Kejang epilepsi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk ketidakseimbangan kimia dalam otak.
Baca Juga: Ramalan Zodiak 5 Januari 2024, Libra Rezeki Mu Mengalir Deras Seperti Air
Demam pada Anak-anak
Sebagian anak-anak dapat mengalami kejang saat mereka sakit dengan demam tinggi. Kejang demam biasanya tidak berbahaya dan cenderung terjadi pada anak-anak yang rentan.
Stroke
Baca Juga: Ramalan Zodiak 5 Januari 2024, Pisces Banyak Orang Merasa Senang karena Aura Positifmu
Kejang dapat terjadi sebagai respons terhadap stroke. Stroke dapat menyebabkan kerusakan otak dan mengganggu aktivitas listrik normalnya.
Trauma Kepala
Cedera kepala serius atau trauma kepala dapat menyebabkan kejang. Ini bisa terjadi baik secara langsung setelah cedera maupun beberapa waktu setelahnya.
Baca Juga: Jam Berapa Shalat Jumat? Jadwal Masjid Istiqlal 5 Januari 2024, Petugas Khotib dan Tema Khutbah
Infeksi Otak
Ensefalitis atau meningitis, infeksi pada otak atau membran pelindung otak, dapat menjadi pemicu kejang.
Gangguan Metabolik
Baca Juga: JANGAN LUPA! Besok Konser Gratis Dewa 19 di GOR Satria Purwokerto, Berlangsung Siang Hari
Beberapa kondisi yang memengaruhi metabolisme tubuh, seperti hipoglikemia (kadar gula darah rendah), dapat menyebabkan kejang.
Gangguan Pengembangan Otak
Kondisi seperti cerebral palsy atau gangguan perkembangan otak lainnya dapat berkontribusi pada kejang.
Baca Juga: Tekor Nyalip Kanan, Pemotor Jatuh Pas di Bawah Ban Truk, Kecelakaan Maut di Tanah Sereal
Kasus Racun
Paparan terhadap zat-zat racun tertentu, seperti keracunan karbon monoksida, dapat menyebabkan kejang.
Tumor Otak
Baca Juga: 11 Amalan Sunnah sebelum Sholat Jumat, Jangan Lewatkan Mudah Melakukannya
Tumor otak dapat menyebabkan tekanan pada otak atau mengganggu aktivitas saraf, yang dapat memicu kejang.
Gangguan Kejang Refleks
Beberapa kondisi, seperti rangsangan cahaya yang berlebihan pada epilepsi fotosensitif, dapat menyebabkan kejang sebagai respons terhadap rangsangan tertentu.
Baca Juga: Konser Gilga Sahid dan Happy Asmara di Jakarta 12 Januari, Cek Lokasi dan Tiketnya di Sini
Gangguan Psikiatrik
Meskipun jarang, kejang dapat terjadi pada beberapa gangguan psikiatrik tertentu, seperti gangguan konversi.
Penting untuk mencari bantuan medis jika seseorang mengalami kejang, terutama jika kejang terjadi tanpa penyebab yang jelas atau jika kejang berlangsung lebih dari lima menit.
Kejang yang panjang atau berulang dapat menjadi tanda bahaya dan memerlukan perhatian medis segera.
Jadi ketika seseorang mengalami kejang mendadak di tempat umum, maka jangan terlalu terburu-buru untuk menyebut itu kesurupan.
Siapa tau orang tersebut justru butuh pertolongan medis. Tetaplah peduli dengan orang sekelilingmu ya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









