Waspada, Berikut 10 Cara Mencegah Penyakit Jantung Koroner: Pola Makan dan Kelola Stress

AKURAT JAKARTA - Mari mulai mewaspadai penyakit jantung koroner dengan melakukan upaya pencegahan berikur ini.
Sebab, penyakit jantung koroner juga menyerang pasien usia produktif. Faktor utama penyakit jantung koroner adalah gaya hidup dan pola makan yang buruk.
Agar terhindar dari penyakit jantung koroner lakukan hal berikut:
1. Pola makan sehat
Penyebab utama penyakit jantung koroner yaitu adanya penyempitan pada pembuluh darah koroner.
Hindari makanan yang banyak mengandung lemak atau yang mengandung kolesterol tinggi.
Pola makan yang sehat dapat membantu melindungi jantung, meningkatkan tekanan darah dan kolesterol, serta mengurangi risiko diabetes tipe 2.
Berikut ini aturan makan untuk mencegah penyakit jantung atau menghindari kekambuhannya:
a. Batasi asupan garam, gula, karbohidrat olahan, alkohol, lemak jenuh (ditemukan dalam daging merah dan produk susu penuh lemak) dan lemak trans (ditemukan dalam makanan cepat saji yang digoreng, keripik, makanan yang dipanggang)
b. Kurangi seafood karena memiliki kandungan kolesterol tinggi yang dapat membahayakan jantung.
c. Sebaiknya makanan diolah dengan cara direbus, dikukus atau dipanggang. Jika ingin menggoreng, Sahabat MIKA bisa menggunakan minyak zaitun karena memiliki kandungan lemak yang sedikit.
d. Konsumsi produk makanan rendah lemak atau tanpa lemak seperti susu, keju, mentega atau makanan lain yang rendah lemak.
e. Perbanyak makan buah-buahan dan sayur-sayuran segar.
f. Hindari makanan dengan kandungan gula tinggi seperti soft drink.
g. Jangan terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat, karena dalam tubuh, karbohidrat akan dipecah menjadi lemak. Sebaiknya, konsumsi gandum yang dapat membantu menjaga jantung tetap sehat.
h. Konsumsi kacang atau kacang polong lainnya dan biji-bijian utuh
2. Berhenti merokok
Menghisap rokok sangat tidak baik untuk kesehatan jantung, maka segera hentikan kebiasaan ini agar jantung tetap sehat.
Unsur nikotin yang dihasilkan rokok dapat merusak dinding pembuluh darah. Bila dinding itu rusak, lagi-lagi kolesterol mudah menempel sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung yang berdampak pada kesehatan organ paru-paru.
3. Hindari stres
Meskipun sulit, sebaiknya menghindari stres untuk menjaga tubuh tetap sehat. Saat seseorang mengalami stres, tubuhnya akan mengeluarkan hormon kortisol yang menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku.
Apalagi, jika Anda termasuk orang yang mengatasi stres dengan cara yang tidak sehat seperti makan berlebihan, minum atau merokok.
4. Tidur yang cukup dan berkualitas
Kurang tidur ternyata dapat meningkatkan risiko lebih tinggi mengalami obesitas, tekanan darah tinggi, serangan jantung, diabetes, dan depresi. Orang dewasa setidaknya membutuhkan 7 jam tidur setiap malam.
Jadikan tidur sebagai prioritas untuk menjaga tubuh tetap sehat. Hindari bergadang dan tetapkan jadwal tidur yang harus dipatuhi. Untuk menambah kualitas tidur, jaga agar kamar tidur gelap dan sunyi, sehingga lebih mudah untuk tidur.
5. Kontrol Tekanan Darah
Tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi dapat merusak jantung dan pembuluh darah. Kontrol tekanan darah untuk membuat jantung tetap dalam kondisi yang sehat.
Beberapa cara untuk mengontrol tekanan darah adalah olahraga teratur. Menghindari makanan yang asin dan berlemak dapat menurunkan tekanan darah sekitar 7%.
6. Pertahankan berat badan ideal
Kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan diabetes tipe 2. Ketahui berapa indeks massa tubuh (BMI) menggunakan tinggi dan berat badan yang ideal.
Saat ini sudah tersedia kalkulator indeks massa tubuh yang dapat diakses secara online dengan mudah.
7. Olahraga secara teratur
Berolahraga memiliki manfaat yang baik tubuh dan mencegah berbagai jenis penyakit. Selain lebih sehat dan bugar, olahraga juga dapat menjaga berat badan tetap ideal karena dapat membakar lemak dalam tubuh.
Bila sudah mendapat terapi untuk jantung bisa memilih olahraga seperti senam, jalan cepat, bersepeda, dan berenang. Buat jadwal olahraga dan turuti secara disiplin.
Minimal 30 menit sampai satu jam sehari. Lebih baik sedikit-sedikit tapi rutin, bukan langsung olahraga berat namun tidak rutin.
8. Minum obat yang diresepkan
Apabila Anda memang sudah memiliki penyakit jantung koroner, dokter akan memberikan obat untuk membantu meringankan gejala dan menghentikan perkembangan masalah lebih lanjut.
Jika Anda tidak menderita PJK tetapi memiliki kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi atau riwayat penyakit jantung keluarga, dokter Anda mungkin akan meresepkan obat untuk mencegah mengembangkan masalah yang berhubungan dengan jantung.
Apapun obat yang diresepkan oleh dokter, sangat penting untuk meminumnya dan mengikuti dosis yang benar. Jangan berhenti minum obat tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, karena hal itu akan memperburuk gejala dan membahayakan kesehatan.
9. Kenali gejala penyakit jantung koroner
Penyakit jantung koroner biasanya diawali dengan gejala yang khas. Sebut saja rasa berat atau nyeri di daerah dada yang timbul saat beraktifitas.
Keluhan ini akan berkurang atau hilang setelah penderita beristirahat tetapi rasa nyeri ini dapat terasa lebih hebat hingga timbul keringat dingin. Kadang-kadang keluhan juga dapat berupa rasa seperti tercekik.
9. Rutin medical check up
Pemeriksaan dini disarankan bagi yang memiliki anggota keluarga dengan kondisi penyakit jantung koroner di usia muda. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah mungkin akan menyarankan prosedur deteksi. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









