Jakarta

Catat! Ini 5 Bahaya dari Kebiasaan Dikerok saat Masuk Angin

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 5 Oktober 2023, 22:03 WIB
Catat! Ini 5 Bahaya dari Kebiasaan Dikerok saat Masuk Angin

AKURAT JAKARTA - Dikerok menjadi salah satu metode tradisional yang kerap digunakan untuk mengobati masuk angin atau perut kembung.

Metode ini sudah ada berabad-abad lamanya dan masih banyak digunakan sampai saat ini.

Meski demikian, metode ini bisa menimbulkan efek samping atau bahaya jika dilakukan secara tidak tepat.

Bahaya itu bisa muncul dari tekanan yang terlalu keras atau alat yang digunakan tidak steril.

Baca Juga: ELF Wajib Marapat! Yesung Suju Bakal Konser di Jakarta Pas Hari Pahlawan

Dan berikut beberapa efek samping atau bahaya dari dikerok:

1. Iritasi Kulit

Penggunaan alat tumpul dan gesekan pada kulit dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, dan bahkan lecet pada kulit.

2. Luka dan Infeksi

Saat kulit dikerok, ada potensi untuk terbentuknya lecet, goresan, atau bahkan luka terbuka.

Jika alat yang digunakan tidak steril atau jika tekniknya tidak benar, risiko infeksi dapat meningkat bahkan bisa memerlukan tindakan.

3. Memar dan Nyeri

Proses dikerok bisa meninggalkan bekas berupa memar dan bisa sangat nyeri, terutama jika tekanan darah yang ditarik ke permukaan kulit terlalu kuat.

Baca Juga: Hebat! 15 Film Indonesia Masuk Busan International Film Festival 2023, Salah Satunya Serial Gadis Kretek

4. Patah Pembuluh Darah

Terlalu kuat atau terlalu lama dalam proses dikerok dapat merusak pembuluh darah di bawah kulit, yang dapat menyebabkan perdarahan di bawah kulit.

5. Efek Samping Tidak Terduga

Setiap orang memiliki respons tubuh yang berbeda terhadap praktik dikerok. Beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi atau iritasi yang parah.

Nah, di atas sejumlah bahaya dikerok. Untuk meminimalisir beberapa dampak buruk di atas, disarankan untuk mengonsumsi obat herbal atau obat dari apotek. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.