Remaja Rentan Terjebak Standar Tubuh Ideal, YouTube Perketat Sistem Rekomendasi Konten

AKURAT JAKARTA - Video tentang kebugaran, bentuk tubuh, dan penampilan bisa menjadi tontonan biasa.
Namun, ketika konten serupa terus muncul di beranda, remaja berisiko berulang kali terpapar standar tubuh tertentu.
Inilah yang menjadi perhatian YouTube dalam memperketat sistem rekomendasinya bagi pengguna remaja.
Kebijakan tersebut ditujukan untuk mengurangi rekomendasi berulang terhadap video yang mengidealkan bentuk tubuh, penampilan, tingkat kebugaran, atau berat badan tertentu.
YouTube tidak menghapus seluruh konten tentang olahraga maupun kesehatan, tetapi membatasi cara algoritma menyajikannya kepada pengguna muda.
Melansir Euro News, kebijakan ini dikembangkan berdasarkan masukan Youth and Families Advisory Committee, yang memberi saran kepada YouTube mengenai perkembangan remaja dan dampak konsumsi konten digital terhadap kesejahteraan mereka.
Algoritma Bisa Membentuk Pola Tontonan
Sistem rekomendasi YouTube bekerja dengan mempertimbangkan riwayat tontonan pengguna.
Mekanisme ini membuat video dengan tema serupa berpotensi terus muncul setelah seseorang menonton konten tertentu.
Bagi remaja yang sedang membentuk pandangan tentang dirinya, paparan berulang terhadap gambaran tubuh ideal dapat menjadi persoalan.
Baca Juga: Guru dan Tenaga Kependidikan Wajib Penuhi Standar Baru, Ada Masa Penyesuaian hingga 9 Tahun
YouTube menilai sebuah video mungkin tidak bermasalah ketika ditonton satu kali, tetapi dampaknya bisa berbeda jika pengguna terus menerima konten sejenis.
Kategori yang menjadi perhatian mencakup video yang membandingkan karakteristik fisik, mengidealkan penampilan tertentu, serta menampilkan standar kebugaran atau berat badan sebagai sesuatu yang ideal.
Dengan demikian, perubahan kebijakan tidak berfokus pada satu video secara terpisah, melainkan pada pola rekomendasi yang dapat terbentuk dari waktu ke waktu.
Remaja Bisa Menemukan Konten Tanpa Mencarinya
Risiko rekomendasi otomatis juga menjadi perhatian regulator.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





