Jakarta

Cuma Mau Lihat Ponsel Sebentar Sebelum Tidur? Efeknya Bisa Lebih Panjang dari Dugaan

Anggerhana Denni Rahmawati | 14 September 2026, 18:15 WIB
Cuma Mau Lihat Ponsel Sebentar Sebelum Tidur? Efeknya Bisa Lebih Panjang dari Dugaan
Alasan scrolling sebelum tidur bisa mengganggu otak dan kualitas istirahat. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Niatnya hanya membuka ponsel sebentar sebelum tidur.

Namun, satu video berganti video lain, notifikasi muncul, media sosial terus diperbarui, dan tanpa terasa waktu tidur semakin mundur.

Kebiasaan sederhana ini ternyata dapat membuat tubuh lebih sulit masuk ke kondisi istirahat.

Scrolling ponsel menjelang tidur bukan hanya persoalan berapa lama seseorang menatap layar.

Cahaya dari perangkat dan rangsangan dari konten yang terus berganti dapat memengaruhi jam biologis, hormon tidur, serta tingkat keterjagaan otak.

Otak belum mendapat sinyal untuk beristirahat

Tubuh memiliki sistem sirkadian yang membantu mengatur kapan seseorang terjaga dan kapan waktunya tidur.

Cahaya dari layar pada malam hari dapat mengganggu sistem tersebut karena mata menangkap paparan cahaya sebagai sinyal bahwa tubuh masih berada dalam periode aktif.

Akibatnya, rasa mengantuk bisa datang lebih lambat meskipun seseorang sudah berada di tempat tidur.

Penelitian yang membandingkan penggunaan buku elektronik bercahaya dengan buku cetak juga menunjukkan adanya perbedaan.

Baca Juga: Die On This Hill Tembus 300 Juta Streaming, Sienna Spiro Siap Gelar Konser di Jakarat 2027 Nanti

Pengguna perangkat bercahaya cenderung lebih lama mengantuk dan mengalami perubahan waktu sirkadian.

Melatonin ikut terganggu

Masalah berikutnya berkaitan dengan melatonin, hormon yang membantu tubuh mengenali waktu untuk tidur.

Paparan cahaya pada malam hari dapat menekan pelepasan hormon tersebut.

Kondisi ini membuat sinyal alami tubuh untuk mulai beristirahat menjadi kurang optimal.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.