Jangan Asal Cuci Apel, Pisau yang Kamu Pakai Bisa Memindahkan Kontaminasi

AKURAT JAKARTA - Apel terlihat bersih ketika dibeli, tetapi permukaannya belum tentu bebas dari kotoran dan mikroorganisme.
Buah tersebut telah melewati perjalanan panjang sebelum sampai ke meja makan, mulai dari proses panen hingga pengemasan, pengangkutan, dan penjualan.
Karena itu, mencuci apel sebelum dimakan tetap penting.
Namun, cara mencucinya juga perlu diperhatikan agar proses membersihkan buah tidak justru menimbulkan risiko kontaminasi baru.
Profesor kebijakan pangan Universitas Northeastern Darin Detwiler mengatakan permukaan apel dapat terpapar tanah, kotoran, dan mikroorganisme selama proses distribusi.
“Sepanjang perjalanan, permukaannya dapat mengumpulkan tanah, kotoran, dan mikroorganisme,” kata Detwiler.
Mencuci apel dengan air mengalir dapat membantu mengurangi kotoran dan mikroorganisme yang menempel.
Namun, langkah tersebut tidak membuat buah menjadi sepenuhnya steril.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan justru terjadi setelah apel dicuci, yakni ketika buah dipotong atau dikupas.
Pisau atau alat pengupas yang menyentuh kulit apel dapat membawa kontaminasi ke bagian daging buah.
Baca Juga: Liburan ke Inggris Terancam Kena Biaya Tambahan, Pajak Wisata Capai 5 Persen
Ahli diet berbasis nabati Jackie Newgent menyarankan apel dicuci menggunakan air dingin yang mengalir sambil digosok dengan sikat khusus buah dan sayur yang bersih.
Setelahnya, apel dapat dikeringkan menggunakan handuk dapur bersih atau tisu.
Penggunaan sabun atau deterjen bukan solusi untuk membuat apel lebih aman.
Spesialis keamanan pangan Melissa Vaccaro mengatakan buah dan sayur memiliki permukaan berpori yang berpotensi menyerap residu.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) serta Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) juga tidak menyarankan penggunaan sabun atau deterjen untuk mencuci buah dan sayur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




