Jakarta

Ketika Like dan Penonton Jadi “Hadiah”, Kasus Ganfan Yingying di China Ungkap Sisi Gelap Mukbang

Anggerhana Denni Rahmawati | 9 September 2026, 20:45 WIB
Ketika Like dan Penonton Jadi “Hadiah”, Kasus Ganfan Yingying di China Ungkap Sisi Gelap Mukbang
Demi konten mukbang, Ganfan Yingying terjebak dalam siklus perilaku yang merusak tubuh. - giadinh.suckhoedoisong.vn

AKURAT JAKARTA - Kematian kreator konten makanan asal China, Ganfan Yingying, menjadi gambaran tragis tentang bagaimana tuntutan membuat konten dapat membawa seseorang semakin jauh dari batas kemampuan tubuh.

Di balik popularitas dan 1,2 juta pengikutnya, Yingying menjalani kebiasaan makan dalam jumlah besar dan memuntahkan kembali makanan yang dikonsumsi.

Yingying yang memiliki nama asli Chen Ziyi meninggal pada 17 Agustus 2026 dalam usia 24 tahun.

Kabar kematiannya menjadi perhatian publik setelah akun-akun miliknya di platform video pendek dihapus pada 7 September 2026.

Tiga hari sebelum meninggal, Chen sempat membagikan kondisi kesehatannya.

Dalam unggahan tersebut terlihat bekas infus di tangannya.

Ia juga menyebut kadar kalium dalam darahnya berada di kisaran 2,3-2,5 milimol per liter, sementara batas normal minimumnya sekitar 3,5 milimol per liter.

Chen mengakui kebiasaan begadang, makan dalam jumlah besar, serta berulang kali memuntahkan makanan setelah makan telah membuat kondisi fisiknya semakin terkuras.

Di sinilah kasus tersebut dapat dilihat dari sisi psikologi.

Perilaku yang sebenarnya berisiko dapat terus dipertahankan ketika seseorang memperoleh penguatan dari lingkungan.

Baca Juga: Awalnya Khawatir Jadi Minoritas, Mahasiswa Non-Muslim Ini Justru Nyaman Kuliah S3 di UIN Jakarta

Dalam dunia media sosial, perhatian penonton, jumlah tayangan, komentar, popularitas, hingga pendapatan dapat menjadi bentuk penghargaan yang membuat sebuah perilaku semakin sering dilakukan.

Ketika respons penonton menjadi penguat

Sebagai kreator makanan, Chen dituntut menghasilkan konten yang mampu menarik perhatian.

Dalam beberapa siaran, ia bahkan mengonsumsi makanan dalam jumlah yang sangat besar.

Saat mempromosikan telur pitan, misalnya, Chen pernah mengaku mengonsumsi sekitar 60 hingga 70 butir dalam satu sesi.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.