Sering Kentut Setelah Makan Sayur dan Kacang? Jangan Cepat Anggap Pencernaanmu Bermasalah

AKURAT JAKARTA - Kamu mungkin pernah merasa heran ketika setelah mulai memperbanyak sayur, kacang-kacangan, atau makanan tinggi serat, perut justru menjadi lebih sering menghasilkan gas.
Padahal, makanan tersebut dikenal sebagai bagian dari pola makan sehat.
Kondisi itu tidak selalu berarti ada yang salah dengan sistem pencernaan.
Dalam banyak kasus, kentut setelah mengonsumsi makanan tinggi serat merupakan bagian dari proses bakteri di usus dalam mengolah makanan yang tidak sepenuhnya dapat dicerna tubuh.
Serat dan pati tertentu yang tidak terserap di usus kecil akan bergerak menuju usus besar.
Di tempat tersebut, bakteri usus akan memfermentasi bahan makanan tersebut. Proses fermentasi inilah yang menghasilkan gas.
Ahli gizi Christine Byrne, MPH, RD menjelaskan bahwa bakteri probiotik yang sehat di dalam usus akan memfermentasi serat yang tidak dapat dicerna dan menghasilkan gas sebagai bagian dari proses tersebut.
Tubuh kemudian perlu mengeluarkan gas tersebut.
Salah satu jalurnya adalah melalui anus sehingga kamu bisa menjadi lebih sering kentut setelah mengonsumsi makanan tertentu.
Namun, ada hal menarik di balik proses tersebut.
Gas ternyata bukan satu-satunya hasil fermentasi serat.
Bakteri usus juga menghasilkan asam lemak rantai pendek yang memiliki berbagai peran penting bagi tubuh.
Senyawa tersebut dapat membantu mendukung metabolisme, mengurangi peradangan, serta memberikan manfaat bagi sejumlah organ, termasuk jantung, hati, dan otak.
Karena itu, frekuensi kentut tidak bisa digunakan begitu saja untuk menentukan apakah makanan yang kamu konsumsi sehat atau tidak.
Setiap orang memiliki komposisi bakteri usus yang berbeda sehingga respons terhadap makanan berserat juga dapat berbeda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





