Jakarta

Bukan Dilarang Total, Kemendikdasmen Ajak Orang Tua Coba 200 Menit Tanpa Gawai ke Anak

Anggerhana Denni Rahmawati | 10 Agustus 2026, 21:15 WIB
Bukan Dilarang Total, Kemendikdasmen Ajak Orang Tua Coba 200 Menit Tanpa Gawai ke Anak
Anak-anak asyik bermain tanpa gawai. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Kebiasaan anak menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar mulai mendapat perhatian dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Penggunaan gawai secara berlebihan dinilai dapat mengganggu sejumlah aspek tumbuh kembang anak.

Masalahnya, bagi sebagian keluarga, memberikan ponsel kepada anak sering kali menjadi cara praktis untuk membuat anak tenang atau memiliki aktivitas sendiri.

Tanpa disadari, waktu yang dihabiskan bersama layar bisa semakin panjang.

Kemendikdasmen menyoroti setidaknya tiga risiko yang dapat muncul akibat penggunaan gawai berlebihan, mulai dari keterlambatan berbicara, kesulitan berkonsentrasi, hingga gangguan tidur.

Salah satu dampak yang disoroti adalah risiko speech delay.

Kemendikdasmen menyebut penelitian menunjukkan anak usia dini yang menggunakan gawai lebih dari dua jam per hari memiliki risiko lebih tinggi mengalami keterlambatan berbicara.

"Penelitian menunjukkan bahwa anak usia dini yang menggunakan gawai lebih dari 2 jam per hari memiliki risiko lebih tinggi (6 kali) mengalami keterlambatan berbicara (speech delay)," tulis Kemendikdasmen dikutip dari postingan Instagram resminya.

Masalah berikutnya berkaitan dengan kemampuan anak berkonsentrasi.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pada 2023, sebanyak 42 persen anak usia 5-9 tahun di kota besar disebut mengalami kesulitan berkonsentrasi akibat penggunaan gawai berlebihan.

Baca Juga: Bromo Terbakar dan Ditutup Total, Ini 3 Wisata di Sekitarnya yang Masih Bisa Dikunjungi

Penggunaan layar juga dapat berpengaruh terhadap waktu istirahat anak.

Data University of Alberta Kanada menyebut balita yang kecanduan layar berpotensi mengalami gangguan tidur hingga 60%.

Melihat berbagai persoalan tersebut, Kemendikdasmen mencetuskan Gerakan 200 Menit Tanpa Gawai.

Gerakan ini mengajak orang tua menyisihkan setidaknya 200 menit setiap hari agar anak menjauh dari gawai dan menghabiskan waktu dengan aktivitas lain.

"Sisihkan setidaknya 200 menit setiap hari untuk menjauhkan gawai dari si kecil dan ajak mereka untuk melakukan aktivitas yang lebih bermakna," jelas Kemendikdasmen.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.