Jakarta

Dari Tumpeng hingga Soup Joumou, Ini Makanan Simbol Kemerdekaan di Berbagai Negara

Anggerhana Denni Rahmawati | 5 Agustus 2026, 19:30 WIB
Dari Tumpeng hingga Soup Joumou, Ini Makanan Simbol Kemerdekaan di Berbagai Negara
Locro, sup jagung khas yang berisi potongan daging, kentang, wortel, serta kacang putih khas Argentina. - theveganplanetkitchen-com.translate.goog.

AKURAT JAKARTA - Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan identik dengan upacara bendera, perlombaan, hingga makan bersama keluarga atau warga sekitar.

Di Indonesia, salah satu hidangan yang hampir selalu hadir dalam momen tersebut adalah nasi tumpeng yang melambangkan rasa syukur atas kemerdekaan yang berhasil diraih.

Namun, tradisi merayakan kemerdekaan melalui makanan ternyata tidak hanya dimiliki Indonesia.

Sejumlah negara di berbagai belahan dunia juga mempunyai hidangan khas yang selalu disajikan saat hari bersejarah bagi bangsanya tiba.

Menariknya, makanan-makanan tersebut bukan sekadar santapan.

Di balik setiap sajian tersimpan kisah perjuangan, simbol kebebasan, hingga identitas nasional yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Berikut lima hidangan khas yang menjadi bagian dari perayaan hari kemerdekaan di berbagai negara.

1. Soup Joumou, Haiti

Bagi masyarakat Haiti, tanggal 1 Januari bukan hanya menandai pergantian tahun, tetapi juga menjadi hari kemerdekaan negara tersebut.

Pada momen itu, hampir setiap keluarga menyajikan Soup Joumou, sup berbahan dasar labu yang memiliki makna historis.

Baca Juga: Resmi Dibuka Mulai Hari Ini! Berikut Cara dan Syarat Daftar Undangan Upacara HUT RI 2026 di Istana Negara

Hidangan ini menjadi simbol kebebasan karena pada masa penjajahan Prancis, para budak Afrika dilarang menikmati Soup Joumou.

Setelah Haiti merdeka, makanan tersebut berubah menjadi lambang kemenangan atas penjajahan dan perbudakan yang hingga kini masih dipertahankan sebagai tradisi.

2. Locro, Argentina

Argentina memiliki Locro, sup jagung khas yang berisi potongan daging, kentang, wortel, serta kacang putih.

Jagung yang digunakan pun bukan sembarang jagung, melainkan hominy, yaitu jagung putih yang telah dikeringkan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.