Jakarta

Jangan Sampai Terlambat, Ini Cara Mengamankan Akun Saat Password Tak Lagi Ampuh

Anggerhana Denni Rahmawati | 22 Juli 2026, 07:30 WIB
Jangan Sampai Terlambat, Ini Cara Mengamankan Akun Saat Password Tak Lagi Ampuh
Ilustrasi kejahatan siber.

AKURAT JAKARTA - Keamanan akun digital kini menjadi tantangan yang semakin besar seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di internet.

Mulai dari media sosial, layanan perbankan, hingga aplikasi pekerjaan, hampir seluruh aktivitas penting bergantung pada akun yang dilindungi oleh kata sandi atau password.

Namun, perkembangan kejahatan siber menunjukkan bahwa password saja tidak lagi cukup untuk menjaga keamanan data pribadi.

Para pelaku kini lebih sering memanfaatkan kelengahan pengguna, seperti menggunakan kata sandi yang lemah atau berhasil memperoleh kredensial melalui penipuan digital, daripada membobol sistem yang rumit.

Karena itu, perusahaan teknologi mulai mendorong penggunaan metode autentikasi yang lebih modern agar kamu memiliki perlindungan berlapis saat mengakses akun digital.

Selama bertahun-tahun, password menjadi garda terdepan dalam melindungi akun.

Sayangnya, kebiasaan menggunakan kata sandi yang sama di berbagai layanan masih banyak dilakukan.

Akibatnya, ketika satu layanan mengalami kebocoran data, akun lain yang memakai password serupa ikut berisiko diambil alih.

Dikutip dari situs resmi Microsoft, Rabu (22/7/2026), sebagian besar serangan terhadap akun berawal dari kredensial yang dicuri atau password yang lemah.

Password yang mudah ditebak juga meningkatkan risiko akun diambil alih oleh pelaku kejahatan siber.

Baca Juga: Skenario Shin Tae-yong Berubah, Persija Batal Turunkan Skuad U-20 di Piala Presiden 2026

=====

Kondisi tersebut membuat perusahaan teknologi mulai mengembangkan sistem keamanan yang tidak hanya bergantung pada satu lapisan perlindungan.

Google, misalnya, mendorong pengguna beralih ke metode autentikasi yang lebih aman karena password dinilai semakin rentan terhadap serangan phishing maupun kebocoran data.

Salah satu solusi yang kini banyak direkomendasikan adalah autentikasi dua faktor atau Two-Factor Authentication (2FA).

Teknologi ini menambahkan proses verifikasi kedua setelah pengguna berhasil memasukkan password.

Verifikasi tersebut dapat berupa kode OTP, aplikasi autentikator, maupun kunci keamanan fisik sehingga akun tetap terlindungi meskipun password diketahui pihak lain.

Meski demikian, para pakar keamanan siber mengingatkan bahwa kode OTP melalui SMS masih memiliki kelemahan.

Serangan rekayasa sosial maupun pengambilalihan nomor telepon dapat dimanfaatkan pelaku untuk memperoleh kode verifikasi.

Oleh sebab itu, aplikasi autentikator umumnya dianggap memberikan tingkat keamanan yang lebih baik dibandingkan OTP melalui SMS.

Selain 2FA, perkembangan terbaru juga menghadirkan teknologi passkey yang mulai diadopsi oleh Apple, Google, dan Microsoft.

Teknologi ini memungkinkan pengguna masuk ke akun menggunakan sidik jari, pemindai wajah, atau PIN perangkat tanpa harus mengetik password.

Baca Juga: Kasus SD di Semarang Hanya Terima 3 Murid, Fenomena Psikologi "Social Proof" Jadi Faktor yang Jarang Disadari

=====

Dikutip dari The Verge, passkey dikembangkan berdasarkan standar dari FIDO Alliance dan dirancang agar lebih tahan terhadap serangan phishing.

Pengguna juga tidak lagi perlu mengetik password yang berisiko dicuri melalui situs palsu.

Selain meningkatkan keamanan, passkey juga membuat proses login menjadi lebih cepat dan praktis karena pengguna cukup memanfaatkan metode autentikasi yang sudah tersedia pada perangkat mereka.

Meski teknologi keamanan terus berkembang, perlindungan akun tetap bergantung pada kebiasaan penggunanya.

Kamu disarankan menggunakan password yang panjang dan berbeda untuk setiap akun, mengaktifkan autentikasi dua faktor, memanfaatkan password manager agar lebih mudah mengelola kata sandi, beralih ke passkey pada layanan yang sudah mendukung, serta tidak pernah membagikan kode OTP kepada siapa pun.

Pada akhirnya, password memang belum sepenuhnya ditinggalkan.

Namun, mengandalkan password saja sudah tidak lagi memadai di tengah meningkatnya ancaman siber.

Mengombinasikan password yang kuat dengan autentikasi dua faktor atau passkey menjadi langkah yang lebih efektif untuk menjaga keamanan akun digital dari berbagai modus kejahatan yang terus berkembang. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.