Jualan Online Tak Harus Lewat Marketplace, Ini Strategi yang Kini Banyak Dipilih UMKM

AKURAT JAKARTA - Selama bertahun-tahun, marketplace menjadi pintu masuk utama bagi banyak pelaku UMKM untuk memulai bisnis online.
Kemudahan membuka toko dan menjangkau jutaan pengguna membuat platform tersebut menjadi pilihan favorit, terutama bagi usaha yang baru berkembang.
Namun, tren mulai berubah.
Semakin banyak pelaku usaha yang kini membangun website toko online sendiri sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat identitas merek, membangun hubungan langsung dengan pelanggan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap perubahan algoritma maupun kebijakan marketplace.
Website dinilai memberi keleluasaan lebih besar dalam mengelola bisnis.
Pelaku usaha dapat mengatur tampilan toko, mengelola data pelanggan, menentukan strategi promosi, hingga menciptakan pengalaman berbelanja yang sesuai dengan karakter merek mereka.
Selain itu, keberadaan website membuka peluang mendapatkan pelanggan baru melalui mesin pencari seperti Google.
Dengan menerapkan strategi Search Engine Optimization (SEO), produk dapat lebih mudah ditemukan oleh calon pembeli yang memang sedang mencari barang atau layanan tertentu di internet.
Media sosial dan aplikasi pesan instan juga semakin sering dimanfaatkan sebagai pintu masuk menuju website resmi.
Pola ini membuat proses penjualan tidak lagi bergantung pada satu kanal, melainkan tersebar di berbagai platform digital yang saling terhubung.
Pengamat bisnis digital menilai pendekatan tersebut sejalan dengan tren omnichannel, yaitu menggabungkan berbagai saluran penjualan, mulai dari marketplace, website, media sosial, hingga aplikasi percakapan dalam satu ekosistem bisnis.
Strategi ini dinilai mampu memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan loyalitas pelanggan.
Meski demikian, marketplace masih memiliki peran penting, terutama untuk menjangkau konsumen baru.
Karena itu, banyak pelaku usaha kini tidak lagi memilih salah satu, melainkan memadukan marketplace dengan website sebagai strategi untuk menjaga pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.
Baca Juga: Bangku Kosong di Hari Pertama Sekolah, Alarm bagi Masa Depan SD Negeri
=====
Perubahan ini menunjukkan bahwa persaingan bisnis digital tidak lagi hanya soal memiliki produk yang menarik.
Pelaku usaha juga mulai menyadari pentingnya membangun aset digital sendiri agar bisnis memiliki fondasi yang lebih kuat, fleksibel, dan siap berkembang di tengah perubahan perilaku konsumen. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!

