Jakarta

Jutaan Warga Sudah Ikut Cek Kesehatan Gratis, Hasilnya Ungkap Masalah yang Paling Banyak Dialami

Anggerhana Denni Rahmawati | 12 Juli 2026, 06:30 WIB
Jutaan Warga Sudah Ikut Cek Kesehatan Gratis, Hasilnya Ungkap Masalah yang Paling Banyak Dialami
Cek kesehatan.

AKURAT JAKARTA - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tidak hanya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Di balik pemeriksaan yang telah diikuti puluhan juta warga, muncul gambaran mengenai masalah kesehatan yang paling banyak dialami masyarakat Indonesia di berbagai kelompok usia.

Hingga 5 Juli 2026, Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 59.561.278 orang telah mengikuti program CKG.

Jumlah tersebut hampir mencapai separuh dari target sekitar 130 juta peserta sepanjang tahun ini.

Dari hasil pemeriksaan, kelompok usia dewasa menjadi peserta terbanyak, yakni sekitar 35,7 juta orang.

Namun, temuan yang muncul menunjukkan bahwa kurangnya aktivitas fisik menjadi persoalan kesehatan paling dominan.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan sebanyak 13.133.414 orang dewasa atau 46,5 persen peserta memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah.

Kondisi serupa juga ditemukan pada kelompok lanjut usia. Bahkan, 51,5 persen lansia tercatat kurang aktif bergerak.

Masalah kesehatan juga ditemukan sejak usia dini.

Pada kelompok bayi baru lahir, sebanyak 20.946 bayi atau 4,3 persen memiliki risiko penyakit jantung bawaan.

Sementara itu, gangguan kesehatan gigi menjadi masalah yang paling banyak dialami anak-anak.

Pada kelompok balita dan anak prasekolah, terdapat 614.427 kasus gigi karies atau sekitar 23,9 persen dari peserta.

Angka tersebut meningkat pada kelompok anak usia sekolah dan remaja, dengan 2.994.482 peserta atau 40,9 persen mengalami gigi karies.

Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa pemeriksaan kesehatan tidak hanya berfungsi mendeteksi penyakit, tetapi juga membantu pemerintah memetakan kondisi kesehatan masyarakat secara lebih menyeluruh.

Dari seluruh peserta yang telah menjalani pemeriksaan, sebanyak 753.884 orang memerlukan tindak lanjut sehingga dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun layanan rawat jalan.

Baca Juga: Kota Tua Jakarta Berubah Jadi Desa Konoha, Penggemar Naruto Bisa Masuk Gratis

=====

Meski capaian program dinilai berada di jalur yang tepat, pemerintah mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan.

Mulai dari rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai program CKG, belum meratanya dukungan pemerintah daerah, hingga keterbatasan sarana, alat kesehatan, dan sumber daya manusia.

Untuk meningkatkan cakupan layanan, Kementerian Kesehatan akan memperkuat edukasi kepada masyarakat melalui berbagai media serta melibatkan kader kesehatan, tokoh masyarakat, RT/RW, hingga tokoh agama.

Kerja sama juga akan diperluas dengan berbagai fasilitas kesehatan, institusi TNI dan Polri, tempat kerja, serta perguruan tinggi.

Hasil CKG sejauh ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan tidak cukup dilakukan saat sakit.

Pemeriksaan rutin dapat membantu menemukan faktor risiko lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.