Jakarta

Pelihara Kucing Bikin Mandul? Ini Fakta Medis yang Perlu Diketahui

Anggerhana Denni Rahmawati | 9 Juli 2026, 19:15 WIB
Pelihara Kucing Bikin Mandul? Ini Fakta Medis yang Perlu Diketahui
Fakta di balik mitos pelihara kucing bikin wanita mandul.

AKURAT JAKARTA - Banyak orang masih percaya bahwa memelihara kucing dapat menyebabkan kemandulan pada wanita, padahal anggapan tersebut tidak didukung bukti medis.

Para ahli kesehatan menjelaskan bahwa bulu kucing tidak memiliki hubungan langsung dengan gangguan kesuburan maupun sistem reproduksi manusia.

Hingga saat ini tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa keberadaan kucing di rumah dapat membuat seseorang menjadi mandul.

Mitos tersebut berkembang karena adanya kekhawatiran terhadap penyakit toksoplasmosis yang sering dikaitkan dengan hewan peliharaan ini.

Toksoplasmosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii yang dapat menginfeksi manusia melalui beberapa jalur penularan.

Parasit tersebut lebih sering menular melalui konsumsi daging mentah atau kurang matang dibandingkan melalui kontak dengan kucing.

Kucing memang dapat menjadi inang parasit, tetapi penularan biasanya berasal dari kotoran yang terkontaminasi dan bukan dari bulunya.

Pada orang dengan kondisi tubuh sehat, infeksi toksoplasma sering kali tidak menimbulkan gejala atau hanya menyerupai flu ringan.

Gejala yang dapat muncul meliputi demam, nyeri otot, tubuh lemas, serta pembengkakan kelenjar getah bening di beberapa bagian tubuh.

Meski demikian, infeksi ini perlu mendapat perhatian khusus karena dapat berbahaya bagi ibu yang sedang mengandung.

Infeksi pertama kali saat kehamilan berisiko menularkan parasit kepada janin melalui plasenta yang menghubungkan ibu dan bayi.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur, hingga berbagai gangguan kesehatan pada janin.

Pada kasus tertentu, bayi dapat mengalami gangguan penglihatan, masalah saraf, atau keterlambatan perkembangan setelah lahir.

Karena itu, wanita yang sedang merencanakan kehamilan perlu memahami cara mencegah penularan toksoplasma dengan benar.

Berikut beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko infeksi toksoplasmosis.

Baca Juga: Ogah Disalip SUV Premium Eropa, BYD Denza B5 Siap Rilis di Indonesia, Performa Brutal 617 HP dan Torsi Badak, Segini Harganya!

=====

1. Hindari membersihkan kotak pasir kucing secara langsung tanpa menggunakan alat pelindung yang memadai.

2. Gunakan sarung tangan dan masker saat membersihkan area yang berpotensi terpapar kotoran kucing.

3. Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir setelah memegang kucing atau membersihkan lingkungannya.

4. Pastikan kucing mendapatkan makanan matang dan hindari pemberian daging mentah yang berisiko terkontaminasi.

5. Masak daging hingga benar-benar matang sebelum dikonsumsi untuk mencegah masuknya parasit ke dalam tubuh.

6. Cuci buah, sayur, dan bahan makanan lainnya hingga bersih sebelum diolah atau dimakan.

7. Gunakan sarung tangan saat berkebun karena tanah dapat menjadi media penyebaran parasit toksoplasma.

8. Bersihkan peralatan dapur secara menyeluruh setelah digunakan untuk mengolah daging mentah.

Pemeriksaan kesehatan seperti tes TORCH juga dapat membantu mengetahui riwayat paparan infeksi sebelum kehamilan.

Konsultasi dengan dokter menjadi langkah penting bagi wanita yang sedang merencanakan kehamilan atau sedang hamil.

Kesimpulannya, memelihara kucing tidak menyebabkan mandul karena anggapan tersebut hanyalah mitos yang tidak terbukti secara ilmiah.

Yang perlu diwaspadai adalah infeksi toksoplasmosis yang dapat dicegah dengan menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup sehat.

Dengan pengetahuan yang tepat, masyarakat dapat tetap memelihara kucing kesayangan tanpa rasa khawatir yang berlebihan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.