Jakarta

Sempat Melesat, Harga Emas Dunia Kembali Loyo Gara-Gara Dolar AS Menguat

Aisya Nur Aziza | 7 Juli 2026, 09:40 WIB
Sempat Melesat, Harga Emas Dunia Kembali Loyo Gara-Gara Dolar AS Menguat
harga emas dunia melemah

AKURAT JAKARTA — Setelah sempat menikmati masa kejayaan dengan menyentuh level tertinggi dalam dua pekan terakhir, harga emas dunia justru loyo pada penutupan perdagangan Senin (6/7/2026) waktu setempat.

Melemahnya harga logam mulia ini utamanya dipicu oleh mata uang Dolar Amerika Serikat (AS) yang kembali perkasa.

Berdasarkan data pasar, harga emas di pasar spot terpantau merosot 0,3 persen ke angka 4.163,64 dolar AS per ons.

Meski begitu, penurunan ini sedikit tertahan karena adanya laporan melambatnya bursa tenaga kerja di AS.

Kondisi tersebut membuat bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), diprediksi tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga mereka dalam waktu dekat.

Kenapa Dolar Kuat Bikin Emas Turun?

Bagi masyarakat awam, hubungan antara Dolar AS dan emas memang sangat erat.

Ketika nilai Dolar AS naik (meski hanya 0,1 persen seperti kemarin), harga emas secara otomatis menjadi lebih mahal bagi para pembeli yang menggunakan mata uang selain Dolar.

Akibatnya, minat orang untuk membeli emas menjadi berkurang dan harganya pun turun.

Namun di sisi lain, emas tetap punya daya tarik karena fungsinya sebagai aset aman (safe haven) untuk melindungi kekayaan dari inflasi.

Investor saat ini sedang menahan diri sambil menunggu rilis catatan rapat penting dari The Fed pada Rabu (8/7/2026) besok untuk menebak ke mana arah kebijakan ekonomi AS selanjutnya.

Prediksi Harga Emas ke Depan

Saat ini, para pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS pada bulan September nanti berada di angka 57 persen.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.