Jakarta

Liburan Aman: Ajarkan Anak 3 Cara Bertindak Saat Terpisah di Keramaian

Anggerhana Denni Rahmawati | 3 Juli 2026, 15:30 WIB
Liburan Aman: Ajarkan Anak 3 Cara Bertindak Saat Terpisah di Keramaian
Ilustrasi anak yang terpisah dari orang tuanya saat berada di mall. (Magnific)

AKURAT JAKARTA - Liburan sekolah menjadi momen menyenangkan bagi keluarga untuk mengunjungi berbagai tempat wisata yang ramai pengunjung.

Di tengah suasana yang padat, anak-anak sering kali terlalu asyik bermain hingga tanpa sadar menjauh dari orang tua.

Kondisi terpisah di keramaian dapat membuat anak panik sehingga mereka perlu dibekali langkah sederhana sejak dini.

Orang tua dapat mengajarkan aturan yang mudah diingat agar anak mampu bertindak dengan tepat saat menghadapi situasi tersebut.

Pembekalan ini penting karena respons yang benar dapat membantu anak tetap aman hingga bertemu kembali dengan keluarga.

1. Berhenti dan Tetap di Tempat

Saat menyadari orang tua tidak terlihat, anak perlu segera berhenti dan tidak berlari ke berbagai arah.

Berlari tanpa tujuan justru membuat jarak dengan orang tua semakin jauh dan proses pencarian menjadi lebih sulit.

Dengan tetap berada di satu lokasi, anak lebih mudah ditemukan oleh keluarga maupun petugas setempat.

Ajarkan anak untuk berdiri di tempat yang aman sambil menunggu bantuan datang menghampiri mereka.

Latihan sederhana di rumah dapat membantu anak memahami pentingnya tidak bergerak saat tersesat di keramaian.

2. Bersuara dan Panggil Nama Lengkap Orang Tua

Anak perlu diajarkan untuk bersuara dengan jelas ketika membutuhkan bantuan di tempat ramai.

Memanggil nama lengkap ayah atau ibu lebih efektif dibanding hanya menyebut panggilan seperti mama atau papa.

Cara ini membantu orang di sekitar mengenali siapa yang sedang dicari oleh anak tersebut.

Baca Juga: Viral Tumpukan Sampah di Cakung, Gubernur Pramono Sebut Akibat Berkurangnya Tampungan TPST Bantargebang

=====

Anak juga dapat menyebutkan namanya sendiri agar petugas lebih mudah memberikan pertolongan yang tepat.

Latih anak mengucapkan kalimat sederhana dengan suara lantang agar tidak gugup saat keadaan darurat terjadi.

3. Cari Bantuan pada Orang yang Tepat

Anak perlu mengetahui siapa saja yang aman untuk dimintai bantuan ketika terpisah dari keluarga.

Petugas berseragam seperti satpam atau petugas keamanan menjadi pilihan utama yang perlu dikenali anak.

Jika tidak menemukan petugas, anak dapat mendekati ibu yang sedang bersama anak-anak di sekitarnya.

Ajarkan anak untuk tidak mengikuti orang asing ke tempat yang jauh tanpa kehadiran petugas resmi.

Pemahaman ini penting untuk mengurangi risiko anak menjadi korban kejahatan saat berada di tempat umum.

Selain mengajarkan tiga langkah tersebut, orang tua juga perlu membekali anak dengan identitas yang jelas.

Anak sebaiknya menghafal nama lengkap orang tua dan nomor telepon yang dapat dihubungi sewaktu-waktu.

Proses menghafal dapat dilakukan melalui permainan ringan agar terasa menyenangkan dan mudah diingat.

Gelang identitas atau kartu kecil berisi nomor telepon dapat menjadi alat bantu yang sangat bermanfaat.

Identitas tersebut membantu petugas menghubungi keluarga dengan lebih cepat ketika anak ditemukan.

Orang tua juga perlu mengingatkan aturan keselamatan ini sebelum memasuki lokasi wisata yang ramai.

Pengulangan secara rutin akan membuat anak lebih siap menghadapi situasi tidak terduga selama liburan.

Baca Juga: Tegaskan Independensi, UI Sebut Kajian Mahasiswa Bukan Sikap Resmi Kampus

=====

Dengan bekal pengetahuan yang sederhana, anak dapat tetap tenang dan mengambil langkah yang lebih aman.

Kesiapan anak menghadapi keadaan darurat merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan dan keselamatan keluarga.

Liburan pun dapat berlangsung lebih nyaman karena anak dan orang tua memiliki pemahaman yang sama tentang keamanan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.