Jakarta

Jangan Langsung Memberi Minum pada Korban Kecelakaan, Ini Bahaya yang Sering Tidak Disadari

Anggerhana Denni Rahmawati | 2 Juli 2026, 07:45 WIB
Jangan Langsung Memberi Minum pada Korban Kecelakaan, Ini Bahaya yang Sering Tidak Disadari
Ilustrasi korban kecelakaan.

AKURAT JAKARTA - Kebiasaan memberi minum kepada korban kecelakaan yang masih sadar sering dilakukan karena dianggap dapat membantu menenangkan kondisi korban.

Padahal, tindakan yang terlihat sederhana tersebut dapat menimbulkan risiko serius dan bahkan memperburuk kondisi korban sebelum bantuan medis tiba.

Dalam situasi darurat, penanganan yang tepat sangat penting karena kondisi korban belum diketahui secara menyeluruh setelah mengalami benturan.

Korban kecelakaan bisa saja mengalami cedera kepala, trauma leher, pendarahan dalam, atau gangguan kesadaran yang tidak langsung terlihat.

Karena itu, tenaga medis menyarankan agar masyarakat tidak sembarangan memberikan makanan atau minuman kepada korban kecelakaan.

Berikut beberapa alasan penting mengapa korban kecelakaan tidak boleh langsung diberi minum.

1. Risiko Tersedak Sangat Tinggi

Setelah kecelakaan, kemampuan menelan korban bisa terganggu akibat benturan atau cedera yang tidak terlihat dari luar.

Saat refleks menelan melemah, cairan yang diminum dapat masuk ke saluran pernapasan dan menyebabkan tersedak.

Kondisi ini dapat menghambat aliran udara ke paru-paru sehingga korban berisiko mengalami gangguan pernapasan.

Pada kasus yang lebih berat, cairan yang masuk ke saluran napas dapat memicu kegagalan napas yang mengancam jiwa.

2. Bisa Memperparah Cedera Kepala

Korban yang mengalami benturan di kepala berisiko mengalami gegar otak atau cedera otak traumatis.

Pemberian minum dapat memicu rasa mual dan muntah yang sering muncul pada korban dengan trauma kepala.

Jika korban muntah dalam kondisi kesadaran menurun, isi muntahan dapat masuk ke saluran napas dan berbahaya.

Baca Juga: Segera Hadir BYD Denza B5: SUV Premium dengan Sentuhan Audio Devialet, Layar Berputar 15,6 Inci, dan Kenyamanan Lounge Mewah

=====

Risiko tersebut menjadi lebih besar apabila korban tidak mampu mengontrol refleks batuk dan menelan secara normal.

3. Berpotensi Memperburuk Cedera Dalam

Tidak semua cedera akibat kecelakaan dapat terlihat secara langsung dari bagian luar tubuh korban.

Sebagian korban mungkin mengalami pendarahan dalam pada area perut, dada, atau organ penting lainnya.

Memberikan minum sebelum pemeriksaan medis dapat meningkatkan risiko komplikasi pada cedera yang belum terdeteksi.

Karena itu, kondisi korban perlu dinilai terlebih dahulu oleh tenaga kesehatan sebelum menerima cairan.

4. Dapat Mengganggu Penanganan Medis Darurat

Pada beberapa kasus, korban mungkin memerlukan tindakan medis atau operasi darurat sesegera mungkin.

Dokter biasanya membutuhkan kondisi lambung yang kosong sebelum melakukan prosedur tertentu pada pasien.

Jika korban sudah minum sebelumnya, proses penanganan medis dapat menjadi lebih rumit dan berisiko.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan?

Fokus utama pertolongan pertama adalah memastikan korban tetap aman sambil menunggu bantuan medis datang.

Apabila korban tidak sadar tetapi masih bernapas, posisikan tubuhnya miring untuk mencegah tersedak.

Hindari menggerakkan kepala dan leher secara berlebihan karena dapat memperparah cedera yang ada.

Longgarkan pakaian yang terasa ketat agar korban dapat bernapas dengan lebih nyaman dan leluasa.

Baca Juga: Bikin Kompetitor Pensiun Dini! BYD Denza B5: Desain Gagah, Mesin 1.5T DM-O Super Irit, dan Interior Mewah Berlapis Kulit Nappa

=====

Segera hubungi layanan darurat atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan bantuan profesional.

Penanganan yang tepat dalam beberapa menit pertama setelah kecelakaan dapat membantu mengurangi risiko komplikasi serius. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.