Jakarta

Cara Sederhana Membantu Anak ADHD Belajar Mengelola Emosi di Rumah

Anggerhana Denni Rahmawati | 30 Juni 2026, 06:30 WIB
Cara Sederhana Membantu Anak ADHD Belajar Mengelola Emosi di Rumah
Cara membantu anak ADHD mengontrol emosinya.

AKURAT JAKARTA - Mengelola emosi merupakan tantangan yang sering dihadapi anak dengan ADHD.

Mereka cenderung lebih mudah merasa marah, frustrasi, atau sedih, tetapi kesulitan mengenali dan mengungkapkan perasaan tersebut.

Karena itu, peran orang tua sangat penting untuk membantu anak memahami emosinya sekaligus mengajarkan cara menenangkan diri.

Melansir Raising Children Network, ada beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan di rumah untuk membantu anak ADHD mengendalikan emosinya.

Berikut lima cara yang bisa kamu coba.

1. Ajarkan Anak Mengenali Emosi

Langkah pertama adalah membantu anak mengenali berbagai jenis emosi, seperti senang, sedih, marah, atau takut.

Kamu bisa mengenalkannya melalui buku cerita, film, atau situasi sehari-hari.

Semakin sering anak belajar mengenali emosi, semakin mudah mereka memahami perasaannya sendiri.

2. Hubungkan Emosi dengan Reaksi Tubuh

Bantu anak memahami bahwa setiap emosi biasanya disertai reaksi fisik.

Misalnya, jantung berdebar saat takut, wajah terasa panas ketika marah, atau perut terasa tidak nyaman saat gugup.

Dengan mengenali tanda-tanda ini, anak dapat lebih cepat menyadari emosinya sebelum meledak.

3. Dorong Anak Mengungkapkan Perasaannya

Anak ADHD sering kesulitan menjelaskan apa yang mereka rasakan.

Baca Juga: Nasi Beku dan Gula Darah: Bisa Lebih Stabil, Tetapi Tetap Perlu Waspada Risiko Keracunan

=====

Karena itu, dampingi mereka menyebutkan emosinya secara bertahap, mulai dari emosi sederhana hingga yang lebih kompleks, seperti kecewa, malu, iri, atau frustrasi.

4. Siapkan Cara untuk Menenangkan Diri

Buat daftar aktivitas yang dapat membantu anak menenangkan diri ketika emosinya mulai meningkat.

Misalnya minum air putih, berjalan kaki, membaca buku, mendengarkan musik, atau duduk di tempat yang tenang.

Tempelkan daftar tersebut di tempat yang mudah dilihat agar anak terbiasa memilih cara yang sehat untuk mengelola emosinya.

5. Berikan Contoh yang Baik

Anak belajar dari perilaku orang tua.

Saat menghadapi ledakan emosi anak, usahakan tetap tenang dan hindari membalas dengan bentakan.

Setelah suasana membaik, ajak anak berdiskusi tentang apa yang terjadi agar mereka belajar bahwa setiap emosi bisa dikelola dengan cara yang tepat.

Mengendalikan emosi pada anak ADHD membutuhkan waktu dan kesabaran.

Dengan pendampingan yang konsisten serta contoh yang baik dari orang tua, anak dapat belajar mengenali, mengungkapkan, dan mengelola emosinya secara lebih sehat dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.