Jakarta

Waspada BPA pada Galon Air Minum, Kenali Risiko dan Cara Mengurangi Paparannya

Anggerhana Denni Rahmawati | 29 Juni 2026, 16:15 WIB
Waspada BPA pada Galon Air Minum, Kenali Risiko dan Cara Mengurangi Paparannya
Ilustrasi galon air minum mengandung BPA.

AKURAT JAKARTA - Bisphenol A atau BPA kembali menjadi sorotan karena banyak digunakan sebagai bahan pembuat plastik polikarbonat pada galon air minum guna ulang.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa BPA dapat terlepas dari material plastik dan berpindah ke dalam air melalui proses yang disebut migrasi.

Proses pelepasan BPA dapat terjadi secara bertahap ketika galon digunakan berulang kali dalam jangka waktu yang panjang.

Paparan suhu tinggi menjadi salah satu faktor yang dapat mempercepat kerusakan struktur plastik dan meningkatkan risiko migrasi BPA.

Galon yang sering terkena sinar matahari langsung juga berpotensi mengalami peningkatan pelepasan senyawa kimia ke dalam air.

Selain panas, proses pencucian berulang dengan sikat atau mesin dapat mempercepat penurunan kualitas material galon plastik.

Seiring bertambahnya usia pemakaian, rantai polimer pada plastik dapat mengalami perubahan yang memicu pelepasan BPA.

Karena itu, kondisi fisik galon perlu diperhatikan secara rutin untuk memastikan keamanan air yang dikonsumsi setiap hari.

Galon yang tampak kusam, retak, tergores, atau berubah warna sebaiknya tidak lagi digunakan untuk menyimpan air minum.

BPA dikenal sebagai senyawa yang dapat bertindak sebagai pengganggu sistem hormon atau endocrine disruptor dalam tubuh manusia.

Senyawa ini dapat meniru kerja hormon tertentu sehingga berpotensi memengaruhi keseimbangan fungsi biologis tubuh.

Paparan BPA dalam jumlah tinggi dan berlangsung lama dikaitkan dengan berbagai gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai.

Beberapa penelitian menghubungkan paparan BPA dengan peningkatan risiko gangguan reproduksi dan masalah kesuburan.

Risiko lain yang juga sering dibahas adalah kemungkinan kaitan BPA dengan obesitas dan diabetes tipe 2 pada orang dewasa.

Sejumlah studi turut meneliti hubungan antara paparan BPA dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker tertentu.

Baca Juga: BMKG: Jakarta Cerah Berawan pada Pagi Hari, Waspadai Hujan Sore Ini

=====

Kelompok yang dianggap paling rentan terhadap paparan BPA adalah bayi, anak-anak, serta ibu hamil.

Pada kelompok tersebut, perubahan keseimbangan hormon dapat memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan orang dewasa.

Untuk mengurangi risiko, masyarakat disarankan memilih wadah minuman yang memiliki keterangan BPA-Free pada kemasannya.

Label BPA-Free menunjukkan bahwa produk tersebut dibuat tanpa menggunakan senyawa BPA dalam proses produksinya.

Konsumen juga dianjurkan memahami kode daur ulang plastik sebelum menggunakan wadah untuk makanan dan minuman.

Plastik dengan kode tertentu perlu mendapat perhatian lebih apabila digunakan untuk menyimpan minuman panas.

Penyimpanan galon di tempat yang teduh dan memiliki sirkulasi udara baik dapat membantu mengurangi risiko migrasi BPA.

Galon air minum juga sebaiknya tidak diletakkan di dalam kendaraan atau area yang terpapar panas berlebihan.

Pemeriksaan kondisi galon secara berkala menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga keamanan konsumsi air.

Dengan memahami sumber risiko dan cara pencegahannya, masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan galon air minum sehari-hari.

Kesadaran terhadap kualitas kemasan dan cara penyimpanan menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan keluarga di rumah. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.