Jakarta

Mengenal Shokuiku, Filosofi Makan Orang Jepang yang Baik untuk Kesehatan

Anggerhana Denni Rahmawati | 27 Juni 2026, 11:45 WIB
Mengenal Shokuiku, Filosofi Makan Orang Jepang yang Baik untuk Kesehatan
Ilustrasi konsep Shokuiku ala Jepang.

AKURAT JAKARTA - Orang Jepang dikenal memiliki harapan hidup yang tinggi dan tingkat obesitas yang relatif rendah.

Salah satu faktor yang diyakini berkontribusi adalah pola makan yang diterapkan sejak dini melalui konsep Shokuiku.

Filosofi ini tidak hanya mengajarkan apa yang harus dimakan, tetapi juga bagaimana menikmati makanan dengan cara yang lebih sehat dan seimbang.

Dilansir dari Healthline, Shokuiku berarti "pendidikan makanan" yang bertujuan membentuk kebiasaan makan sehat sekaligus mengubah cara seseorang memandang makanan.

Konsep ini pertama kali dikembangkan oleh Sagen Ishizuka, seorang dokter militer yang juga dikenal sebagai pencetus diet makrobiotik.

Berikut empat prinsip utama Shokuiku yang bisa kamu terapkan.

1. Berhenti Makan Sebelum Kenyang

Shokuiku mengenalkan konsep hara hachi bun me, yaitu berhenti makan saat merasa sekitar 80 persen kenyang.

Kebiasaan ini membantu mencegah makan berlebihan sekaligus memastikan tubuh tetap memperoleh nutrisi yang dibutuhkan.

2. Utamakan Makanan Utuh

Filosofi ini mendorong konsumsi makanan utuh seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, dan polong-polongan.

Sebaliknya, makanan olahan seperti sosis atau nugget sebaiknya dibatasi karena umumnya tinggi kalori, garam, dan gula tambahan.

3. Nikmati Beragam Jenis Makanan

Shokuiku tidak menganjurkan menghindari kelompok makanan tertentu.

Sebaliknya, kamu dianjurkan mengonsumsi beragam jenis makanan, mulai dari sayuran, nasi, hingga sumber protein, dengan variasi cara memasak seperti merebus, memanggang, atau mengukus agar pola makan lebih seimbang.

Baca Juga: Sarapan Pagi Bisa Bikin Gula Darah Melonjak? Ini Penjelasan yang Perlu Kamu Tahu

=====

4. Makan Bersama Orang Lain

Selain memperhatikan asupan gizi, Shokuiku juga mengajarkan pentingnya menikmati makanan bersama keluarga atau teman.

Kebiasaan ini dipercaya dapat mempererat hubungan sosial sekaligus meningkatkan kesejahteraan emosional.

Shokuiku bukan sekadar pola makan, tetapi juga edukasi untuk membangun gaya hidup sehat sejak dini.

Bahkan, pada 2005 Pemerintah Jepang memberlakukan Hukum Dasar Shokuiku yang mendorong pendidikan gizi di sekolah.

Anak-anak diajarkan membaca label makanan, mengenal makanan musiman, memahami proses produksi pangan, hingga mengetahui kebutuhan gizi sesuai usia.

Dengan menerapkan prinsip-prinsip sederhana tersebut, kamu dapat mulai membangun kebiasaan makan yang lebih sehat, seimbang, dan bermanfaat bagi kesehatan dalam jangka panjang. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.